Berita

Tak Mampu Kelola Koalisi, Semakin Jelaslah SBY Pemimpin Pas-pasan

JUMAT, 01 APRIL 2011 | 15:03 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Sebagai pemimpin yang pas-pasan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono seharusnya tidak terus dikritik. Permintaan itu disampaikan oleh Ahmad Mubarok, yang memang mengakui SBY sebagai pemimpin pas-pasan.

Pernyataan Mubarok itu mestinya dialamatkan kepada partai politik pendukung pemerintah. Karena rintangan atas implementasi kebijakan atau kritik atas sikap kepemimpinan SBY tidak akan siginifikan dari partai oposisi.

"Saya justru melihat, rintangan paling signifikan sekarang bukan datang dari kubu oposisi seperti PDIP. Serangan yang mesti diwaspadai justru dari mitra koalisi yang bercita rasa oposisi," kata Direktur Eksekutif The Political Literacy Institut Gun Gun Heryanto kepada Rakyat Merdeka Online (Jumat, 1/4).


Menurutnya, kemampuan SBY dalam mengelola manajemen konflik dengan mitra koalisi akan menentukan langkahnya hingga 2014, akhir masa jabatannya. Karena itu, jangan sampai mitra koalisi punya referensi dari prototipe kasus Century dan angket pajak, dimana pada dua kasus itu partai koalisi bebas bergerak. Mitra koalisi punya keleluasaan menikmati atmosfir kekuasaan sekaligus menerapkan serangan dari dalam untuk menaikan posisi tawar mereka.

"SBY jika tak mampu mengelola para mitra, artinya memang benar pemimpin pas-pasan. Jangankan mengelola pekerjaan untuk rakyat Indonesia, energi kekuasaannya lebih banyak dihabiskan mengelola konflik internal," tandasnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya