Berita

Pernah Bersama Prabowo, PDI Perjuangan Tak Merasa Disindir Wall Street Journal

KAMIS, 31 MARET 2011 | 10:59 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Peneliti Institut Project 2049 di Washington, Kelley Currie, lewat artikel berjudul “Indonesia's Seven-Year Itch” yang dimuat Wall Street Journal edisi Asia kemarin juga menyoroti wacana bergabungnya Partai Gerindra dengan Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.

Ia menilai wacana partai milik Prabowo Subianto akan bergabung dengan koalisi pemerintah bisa mengganggu aktivis Hak Asasi Manusia, karena Prabowo dinilai punya masalah tentang HAM.

Politisi PDI Perjuangan, Eva Sundari, tidak menganggap kritik Kelley Currie itu juga ditujukan kepada partainya hanya karena pernah bersama pada saat pemilihan presiden 2009 lalu.


"Itu kan kepentingan pada Pilpres dan tidak ada ikatan permanen di antara kita. (PDIP) tidak lah (merasa disindir). Kita tetap, menunjukkan konsistensi. Kalau dari awal (sikap partai) A ya A terus. Kalau ada partai setengah-setengah, kita nggak peduli," ujarnya kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Kamis, 31/3).

Soal wacana bergabungnya Partai Gerindra dengan pemerintah, Eva mengatakan itu merupakan urusan rumah tangga Partai Gerindra. PDIP dalam beroposisi tidak terikat dengan partai lain.

"Kita dalam beroposisi tidak ada kaitannya dengan partai-partai lain. Jadi , terserah Pak Prabowo mau bergabung kesana. Kita tidak mungkin mencegah, dan tidak mungkin menyuruh pada posisi itu. Jadi kita hormati pilihan itu dengan resiko masing-masing," tandasnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya