Berita

SBY Disarankan Stop Pencitraan, Lihat Fakta Yang Terjadi di Lapangan

KAMIS, 31 MARET 2011 | 09:58 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kerap menyetir pengamat internasional untuk meyakinkan publik Indonesia tentang keberhasilannya. Tapi kini, tampaknya, pengamat balik mengkritik kebijakan SBY terutama tentang penanganan kasus Hak Asasi Manusia.

Karena itu, anggota Komisi III DPR Eva Sundari menyarankan, Presiden SBY untuk meninggalkan politik pencitraan dan melihat fakta yang terjadi di lapangan.

"Makanya stop pencitraan. Ini fakta berbicara sendiri kan. Pada laporan tahunan 2010, dia mengatakan tidak ada pelanggaran HAM. Lah, wong Ahmadiyah dihajar seperti itu kok ngomongnya tidak ada pelanggaran. Gimana sih pak SBY itu," sergah Eva saat berbincang dengan Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Kamis, 31/3).


Eva pun menilai kritik yang ditulis Kelley Currie di Wall Street Journal edisi Asia kemarin (Rabu, 30/3), merupakan bagian dari sikap protes masyarakat internasional kepada SBY yang tidak bertindak atas hak warganya dirampas. Dan celakanya, SBY cenderung membiarkan itu terjadi. Padahal, jelasnya, pembiaran dalam prinsip impementasi HAM merupakan pelanggaran.

"Jadi bukan hanya Polisi yang membiarkan, Pak SBY juga membiarkan. Wong ada rakyat yang karena menjadi Ahmadiyah, rumahmya dibakar, (SBY) diam saja. (Warga Ahmadiyah) didata TNI, diam saja. Jadi tidak ada artinya Pak SBY itu untuk urusan ini. Karena kehadirannya tidak membawa pengaruh positif bagi kekerasan-kekerasan, nggak dianggap Pak SBY," tegasnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya