Berita

Bara Hasibuan: Desain Gedung Baru DPR Menakutkan Rakyat

SELASA, 29 MARET 2011 | 13:56 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Pimpinan DPR tetap ngotot meneruskan proyek pembangunan gedung baru DPR, meski terus menuai kritikan. Ketua DPP PAN Bara Hasibuan mendesak agar rencana pembangunan gedung baru DPR tersebut ditinjau kembali.

Menurut Bara, walaupun biaya pembangunan gedung DPR itu sudah ditekan, dari 1,7 triliun menjadi 1,1 triliun, namun tetap saja jumlah tersebut masih sangat besar dan terdengar sangat fantastis bagi rakyat banyak. Angka tersebut juga terkesan tidak pantas mengingat kinerja DPR secara keseluruhan yang dinilai tidak memuaskan.

Salah satu yang disoroti Bara adalah desain gedung baru DPR yang tidak mengalami perubahan dari awal, dimana desain tersebut sangat menyolok dan terkesan intimidating (menakutkan) bagi rakyat banyak.


"Saya membayangkan jika rakyat dari daerah datang ke DPR untuk menemui wakil mereka, maka mereka akan merasa terintimidasi melihat gedung yang terlampau megah itu. Ini hampir dipastikan akan membangun rasa segan bagi rakyat, dimana seharusnya gedung DPR selalu lekat dengan nama 'rumah rakyat'," ujar Bara dalam pernyataan pers yang diterima Rakyat Merdeka Online (Selasa, 29/3).

Desain itu, lanjut Bara, juga tidak memenuhi azas kepatutan karena tidak mencerminkan gedung parlemen dari sebuah negara yang pendapatan perkapitanya hanya kurang lebih 3000 dolar Amerika Serikat dan penduduk miskinnya sekitar 14 persen.

Bara memberikan contoh gedung parlemen negara-negara demokratis yang perekonomiannya kuat, dan pendapatan per kapitanya tinggi, seperti AS, Kanada, Australia, Jepang dan Korea Selatan. Gedung-gedung parlemennya negara-negara tersebut dirancang dengan tidak berlebihan, sesuai dengan kebutuhan.

"Contohnya Kongres AS, walaupun ada gedung utama yang dikenal dengan nama Capitol Hill, yang dibangun 200 tahun yang lalu, ada gedung-gedung tambahan di sekitarnya yang dibangun secara bertahap untuk menampung ruang kerja anggota kongres beserta stafnya. Gedung-gedung tambahan tersebut, yang sekarang totalnya 7 bangunan, bentuknya tidak menyolok dan sesuai dengan kebutuhan," kata Bara.

Bara menambahkan, bisa saja fasilitas-fasilitas di DPR sekarang sudah tidak memadai lagi seiring dengan perkembangan di DPR terutama terkait kebutuhan penambahan staf bagi para anggota dewan.

"Namun seharusnya jika dibuat gedung baru, desainnya tidak membuat 'jarak' dengan rakyat sebagai stakeholders utama, serta bersifat hangat dan tidak terkesan arogan," kata Bara.

"Kalau dibuat gedung baru yang merupakan ekstensi dari gedung yang ada sekarang, dirancang dengan memenuhi azas kepantasan dan dengan biaya yang tidak terlalu besar, mungkin saja publik dapat menerimanya," tutup politisi muda yang pernah magang di Parlemen Amerika Serikat ini. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya