Berita

suedi husein/ist

REVOLUSI PSSI

Copot Kapolda Riau!

SELASA, 29 MARET 2011 | 12:21 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Core tugas Tentara Nasional Indonesia adalah sebagai alat pertahanan negara. Sedangkan Kongres Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia yang digelar Sabtu lalu di Pekanbaru, adalah wilayah sipil yang faktor ancamannya terhadap stabilitas pertahanan negara sangat nihil.

"Artinya, potensi ancaman keamanan di Kongres ini pun sangat kecil. Kalau pun ada cukup polisi yang bertugas mengamankannya. Sebab itu IPW sangat menyesalkan kebijakan Polda Riau yang disebut-sebut meminta bantuan aparat TNI dalam mengamankan Kongres itu," terang Ketua Presidium Indonesia Police Watch, Neta S Pane, kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Selasa, 27/3).

Dari hasil analisa Neta, ada tiga hal negatif yang muncul dari permintaan bantuan tersebut. Pertama, hal ini akan menjadi preseden di kemudian hari dimana pihak-pihak tertentu menuntut agar TNI dilibatkan dalam menangani kasus-kasus kecil yang menyangkut bidang keamanan.


"Kedua, menunjukkan bahwa Polri tidak pernah profesional dan cenderung lempar tanggungjawab dalam menangani sistem pengamanan yang sepele. Ketiga, permintaan bantuan ini akan sangat memojokkan TNI secara politis, baik di dalam negeri maupun di luar negeri," papar mantan wartawan ini.

Untuk itu IPW berharap Kapolri Jenderal Timur Pradopo menegur Kapolda Riau, Brigjen Suedi Husein, dan bila perlu segera mencopotnya. Karena kasus ini sudah membuat Polri terlibat dalam politisasi di balik konflik persepakbolaan nasional.

"Padahal IPW sejak awal sudah mengingatkan Polri jangan terjebak dalam konflik politik di PSSI dan (waktu itu IPW) meminta polri mengijinkan pertandingan LPI (Liga Primer Indonesia)," tandas Neta. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya