Berita

KONGRES PSSI

Apakah Negara dalam Keadaan Terancam Sehingga TNI Harus Berjaga-jaga?

SENIN, 28 MARET 2011 | 16:09 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Pengerahan anggota Tentara Nasional Indonesia pada acara kongres Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia di Pekanbaru Sabtu malam lalu mengundang pertanyaan serius: apakah ada kondisi pertahanan negara yang terancam?

Direktur Lingkar Madani Indonesia, Ray Rangkuti, mengatakan, pengarahan semacam itu jelas melanggar peraturan penggunaan tentara di ranah sipil. Menurutnya, pengarahan massa seperti ini hanya lumrah di negara dimana demokrasi telah tiada dan negara sepenuhnya di kontrol oleh kekuasaan yang otoriter atau militeristik.

"Jelas hal ini terasa sangat tidak tepat. Penggunaan tentara bahkan untuk keamanan dalam negeri sekalipun tetap harus terukur. Persoalannya adalah sejauh apa ancaman keamanan dalam negeri terkait dengan kongres PSSI," kata Ray dalam keterangan pers yang diterima Rakyat Merdeka Online (Senin, 28/3).


Oleh karena itu, tegas Ray, pihaknya meminta Markas Besar Angkatan Darat segera memberikan klarifikasi atas penggunaan tentara dalam kongres PSSI di Pekanbaru tersebut.

"Pihak kepolisian juga harus berterus terang apakah memang mengundang kehadiran pihak tentara untuk pengamanan kongres atau tidak. Sebab mengundang pihak tentara dalam pengamanan harus memiliki ukuran-ukuran yang jelas," tegasnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya