Berita

Dedi Gumelar/ist

Dedi Gumelar: Pemerintah Harus Ambil Alih Kemelut di Tubuh PSSI

SENIN, 28 MARET 2011 | 08:44 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Anggota Komisi X DPR, Dedi "Miing" Gumilar, menyayangkan pembatalan Kongres Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia dengan agenda memilih anggota Komite Pemilihan (KP) dan Komite Banding Pemilihan di Pekanbaru, Riau pada Sabtu malam lalu.

Menurutnya, mestinya pengurus PSSI dan pemilik suara sah pada kongres dapat memanfaatkan Kongres tersebut setelah Fédération Internationale de Football Association (FIFA) tidak menjatuhkan sanksi kepada PSSI.

"Mestinya ini dimanfaatkan oleh mereka. Tapi inikan tidak," tegas politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini kepada Rakyat Merdeka Online Minggu malam (27/3).


Dia menegaskan, yang membuat PSSI seperti ini adalah para pengurus dan anggota PSSI sendiri, bukan pihak luar. Makanya dia juga mencibir, 78 pemilik suara sah lama kongres yang tergabung dalam Komite Penyelematan Persepakbolaan Nasional. Kalau memang ingin menyelamatkan PSSI, dia mempertanyakan, kenapa tidak dari dahulu.

"Yang memilih Nurdin sebelumnya juga kan mereka. Kenapa sekarang jadi sok pahlawan," tegas mantan pelawak ini.

Dia juga mempertanyakan ihwal pelaksaan kongres yang tetap digelar pemilih 78 suara sah tersebut di Pekanbaru setelah pengurus PSSI membatalkan. Karena, terangnya, yang berhak untuk menggelar kongres adalah Komite Eksekutif (Exco).

"Nah pertanyaannya, apakah mereka ini Exco. Jangan hanya karena memiliki suara lalu menggelar kongres," tegasnya.

Meski begitu, karena kemelut di tubuh PSSI sudah semakin menjadi-jadi, dia mengusulkan kepada pemerintah dan Komite Olahraga Nasional Indonesia untuk mengambil alih. Apalagi, dia menerangkan, sebelumnya, Ketua Koni menjanjikan akan mengawasi pelaksanaan Kongres PSSI di Pekanbaru tersebut. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya