ilustrasi, Hypermarket
ilustrasi, Hypermarket
RMOL.Kementerian Perdagangan dan Pemerintah Daerah terkesan membiarkan merajalelanya pertumbuhan hypermarket dan minimarket. Persaingan kedua ritel ini telah menggerus pelanggan pasar tradisional di Jabodetabek dan daerah lain.
Membaiknya perekonomian Indonesia tahun lalu, telah memÂbawa sentimen positif bagi perÂtumbuhan bisnis ritel dalam neÂgeri. Demi memanfaatkan moÂÂmentum yang kondusif ini, baÂnyak perusahaan yang berguÂmul di bisnis ritel kini gencar memÂbuka gerai baru.
Tengok saja langkah PT MaÂtahari Putra Prima Tbk yang beÂrencana membuka lebih dari 17 gerai Hypermart taÂhun ini. LoÂkasinya tersebar di Jabodetabek dan luar Jawa, khuÂsusnya di wilaÂyah bagian timur Indonesia. Di antaranya di Ambon dan BanÂjarmasin.
Hal yang sama dilakukan CarÂreÂfour, pesaing utaÂma Hypermart. Menurut Public Affairs Senior MaÂnager PT Carrefour Indonesia SaÂtria HaÂmid Ahamdi, peÂnamÂÂbahÂÂan gerai bakal dilakukan seÂtiÂap tahun. Kabarnya, peritel yang sebagian sahamnya dimiliki pengÂusaha kakap Chairul TanÂjung ini akan menambah 20 geÂrai baru.
“Untuk informasi peÂnambahan gerai, omzet dan perÂtumbuhan saya tidak bisa mengÂinformasiÂkannya karena jadi keÂbijakan perusahaan,†ujar Satria.
Presiden Direktur Carrefour Indonesia Shafie Shamsuddin mengatakan, potensi pasar ritel di Indonesia sangat besar. BahÂkan, Indonesia meruÂpakan pasar CarÂrefour terbesar keÂdua di Asia seÂtelah Jepang.
Sebagai penguasa terbesar pasar hypermarket, CarÂrefour teÂlah meÂmiliki 81 gerai di 27 kota. Selain di Jabodetabek, gerai-gerai itu banyak tersebar di luar Pulau Jawa. Di antaranya di Bali, MeÂdan, Palembang,dan Makassar.
Sedangkan PT Hero SuperÂmarket Tbk, pemilik jaringan Giant, seperti dikutip media inÂternet, juga tak ketinggalan daÂlam ekspansi.
Direktur Hero SugiÂyanto WiÂbawa mengatakan, Hero akan menambah beberapa gerai di JaÂbodetabek, Pulau Jawa, SuÂmaÂtera dan Kalimantan. Namun dia meraÂhasiakan jumlah gerai yang akan ditambah tahun ini.
“Kami akan tambah gerai seÂbanyak-banyaknya di seluruh daeÂrah kaÂrena potensinya bagus,†katanya. Gerai Giant berjenis hypermarket kini mencapai 35 gerai. Sedangkan Giant SuperÂmarket 120 gerai.
Asosiasi Pengusaha Ritel InÂdonesia (Aprindo) memproÂyekÂsi, pertumbuhan gerai moÂdern tahun ini meningkat 25 persen dari reaÂlisasi jumlah tahun 2009 sebaÂnyak 13.000 gerai.
Ketua Umum Aprindo BenjaÂmin J. Mailool mengatakan, peÂneÂtrasi ritel moÂdern di tanah air masih terbilang rendah kalau dibanding dengan negara lain di kawasan Asia PaÂsifik. Angka rasio peritel moÂdern saat ini dari 1 juta penÂduÂduk diÂlayani 50 peritel.
“Sementara di Singapura dilaÂyani lebih dari 150 peritel. Malah di Taiwan mencapai 400 peritel. Nah, Indonesia paling rendah di kawasan Asia Pasifik. Paling tinggi Taiwan. Ke depan, itu akan jadi keseimbangan senÂdiri,†kataÂnya seraya mengaÂtaÂkan, angka rasio ideal secara naÂsional bisa mencapai 150 gerai. Dia kembali menÂcontohkan, rasio itu sudah terjadi di ThaiÂland dan Malaysia.
Terkait persaingan ritel, ExeÂcutive Director Retail MeasureÂment Services Nielsen Teguh YuÂnanto mengatakan, berdasarÂkan hasil survei Nielsen, pasar moÂdern baik hypermarket, miÂniÂmarket dan pasar tradiÂsional akan bersaing dengan ketat mempereÂbutÂÂkan pasar nasional. DiperÂkirakan pasar nasional tahun ini mencapai Rp 113-115 triliun.
Hal inilah yang dicemaskan Asosiasi Pedangan Pasar Seluruh Indonesia (APPSI). Sekjen APPSI Ngadiran menilai, baÂnyakÂnya minimarket dan hyperÂmaket di Indonesia terutama di Jakarta, membuat pedagang traÂdisional susah tumbuh. Kini, banyak pedagang tradisional berubah menjadi pedagang kaki lima dari sebelumnya sebagai pedagang yang menempati kios-kios di pasar tradisional.
“Itu fakta, omzet mereka (peÂdaÂgang tradisional) juga turun. DaÂlam tiga tahun dari 2008 sampai 2010, omzetnya turun 30 persen dan berdasarkan data AC Nielsen pertumbuhan pasar traÂdiÂsional minus delapan persen. Itu meÂmang betul seperti yang kita raÂsakan,†ujar Ngadiran kepada Rakyat Merdeka.
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
UPDATE
Senin, 12 Januari 2026 | 04:13
Senin, 12 Januari 2026 | 04:08
Senin, 12 Januari 2026 | 03:38
Senin, 12 Januari 2026 | 03:08
Senin, 12 Januari 2026 | 03:04
Senin, 12 Januari 2026 | 02:35
Senin, 12 Januari 2026 | 02:15
Senin, 12 Januari 2026 | 02:13
Senin, 12 Januari 2026 | 01:37
Senin, 12 Januari 2026 | 01:16