Berita

PSS

Olahraga

Pengprov PSSI Wacanakan KLB

SENIN, 28 FEBRUARI 2011 | 01:25 WIB

RMOL.Pimpinan-pimpinan Pengprov PSSI seluruh Indonesia  ka­bar­nya sudah merancang Kongres Luar Biasa (KLB). Seorang sum­ber mengatakan, mereka ber­kumpul di Hotel Sultan Jakarta, tadi malam untuk   mem­bahas ke­mungkinan KLB.

“Rencananya kami akan bertemu  KSAD Jen­de­ral TNI George Toisutta,” ujar Ke­tua Pengprov Sulawesi Teng­gara Sabaruddin Labamba, tadi malam.

Dia berkilah ke Jakarta se­be­tul­nya tidak ada agenda apa-apa, ha­nya akan bertemu dengan KSAD Jenderal TNI George Toi­sutta. “Saya sendiri tidak tahu apa agendanya, saya hanya di­un­dang beliau dengan di­dam­pingi pejabat militer daerah,” jelasnya.

Tapi lanjutnya, kemungkinan ada hubungannya dengan pen­calonan George Toisutta se­bagai Ketua Umum PSSI 2011-2015.”Ini tentu berhubungan dengan pencalonan pak George Toisutta sebagai ketua umum PSSI 2011-2015,” terangnya.

Sementara itu  Ketua Peng­prov PSSI Maluku Utara, Iqbal Ruray juga membenarkan hal itu.”Saya memang diundang. Saya berangkat bersama Dan­rem,” jelasnya.

Dihubungi terpisah salah satu tim sukses George, Bernhard Lim­bong membenarkan hal itu. “Malam ini (kemarin malam, red) memang ada pertemuan. Tapi saya belum tahu agendanya apa?” kilahnya.

Sumber Rakyat Mertdeka yang tidak mau disebutkan na­ma­nya mengatakan, kehadiran para pimpinan Pengprov PSSI di Ja­karta terkait dengan ke­mung­kinan dilakukannya peng­ga­lang­an dukungan untuk adanya Kong­res Luar Biasa pergantian ke­tua umum PSSI. Seperti ter­tuang dalam Pasal 31 Statuta PSSI, Ko­mite Eksekutif PSSI dapat me­la­kukan permintaan untuk me­la­kukan Kongres Luar Bia­sa setiap saat, sementara Kongres Luar Biasa itu dapat diadakan apabila diminta secaras tertulis oleh 2/3 anggota PSSI. Kongres Luar Bisa ini harus diadakan dalamn waktu tiga bu­lan setelah permintaan itu di­terima.

Masih terkait dengan itu, apa­bila kongres luar biasa tidak di­ada­kan, maka anggota yang me­mintanya dapat mendakan kong­res sendiri. Sebagai usaha ter­akhir, anggota dapat me­minta ban­tuan dari FIFA. KLB bisa d­ilakukan sebelum In­do­nesia mendapatkan sanksi dari FIFA. [RM]


Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya