Berita

Fe­li­pe Massa

Olahraga

Massa Bertekad Hapus Dosa

Gara-gara Skandal ‘Kongkalingkong’
JUMAT, 25 FEBRUARI 2011 | 05:33 WIB

RMOL. Reputasi pebalap Ferrari, Fe­li­pe Massa di musim lalu sempat ter­coreng gara-gara skandal team order atau kongk­a­ling­kong. Kini, pebalap asal Brazil itu bertekad menghapus dosa ter­sebut dengan meraih kesuksesan di musim depan.

Seperti diketahui, pada musim la­lu di GP Jerman, tim Kuda Jing­krak, julukan Ferrari, me­la­kukan praktek kontroversial me­merintahkan Massa yang saat itu berada di depan untuk mengalah dan memberikan jalan pada re­kannya Fernando Alonso. Pa­da­hal, Massa berpeluang naik po­dium pertama, tapi harus me­re­la­kan pada Alonso atas instruksi Ferrari.

Atas praktek tersebut, Ferrai dan Alonso langsung kebanjiran kritik dan kecaman. Bahkan, Massa juga ikut dikecam karena ikut mendukungnya.


Meski musim depan praktek team order sudah dilegalkan. Mas­sa mengaku belum bisa me­lu­pakan kesalahannya itu dan ber­niat untuk menghapusnya. Dia berjanji akan menghapus dosa itu dengan meraih ke­me­nangan sebanyak-banyaknya.

“Orang-orang sangat meng­ingat insiden itu. Memang se­buah kemenangan lebih mudah di­lupakan dari pada kejadian memalukan itu,” kata Massa.

“Pengalaman itu memang ti­dak mengenakan. Tapi itu bukan se­suatu yang terpaku di pi­ki­ranku. Saya akan meng­hen­tikannya dengan memenangi se­tiap balapan,” tambahnya.

Selain itu, Massa juga ber­te­kad untuk membuktikan pada tim­nya bahwa dia bukan pebalap no­mor dua. Di mana Ferrari le­bih memprioritaskan Alonso disbanding Massa.

“Keputusan Ferrari memilih se­­orang pembalap dalam ke­sem­patan untuk mem­per­e­but­kan gelar juara, menjadikan peluang tim sangat tipis,” tandasnya.

Dari hasil uji coba pra musim ter­akhir di Sirkuit Jerez, Massa menunjukkan kesuksesannya dengan mencatat waktu ter­ce­pat.   [RM]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya