Berita

persatuan sepakbola seluruh indonesia (pssi)

Olahraga

Kursi Ketum PSSI Belum Apa-apa Sudah Didagangkan

RABU, 23 FEBRUARI 2011 | 07:13 WIB

RMOL. Keputusan Komite Pe­mi­li­han mencoret George Toisutta dari calon Ketua Umum PSSI deng­an alasan tidak aktif di se­pa­k­bola selama lima tahun me­ru­pa­kan keputusan keliru, sem­ba­rangan dan tendensius. Ke­na­pa? Karena keputusan itu ber­ten­tangan dengan bukti yang ada.

KSAD Jenderal George Toi­sut­ta adalah seorang jenderal bin­tang empat yang telah me­le­wati berbagai tempaan proses se­leksi, baik selama di kesatuan mau­pun di bidang-bidang lain­nya.  Ia bukan orang sem­ba­rang­an, yang maju ke medan perang dengan ‘syarat pas-pasan’ ke­mu­dian kalah dari orang yang per­nah dipenjara kasus korupsi.

Toisutta juga bukanlah orang baru di dunia sepakbola. Ia sudah lebih dari lima tahun aktif di or­ga­nisasi sepakbola. Cukup ba­nyak bukti  yang menguatkan  George Toisutta sebagai figur yang menaruh perhatian besar pa­da aktivitas sepakbola. Bah­kan bukti terbaru ia lampirkan men­jadi salah satu materi dalam proses bandingnya.


Dalam bukti itu jelas di­se­but­kan  bahwa PS Bara Siliwangi (di­mana Toisutta menjadi peng­u­rusnya) merupakan anggota Peng­cab PSSI Kota Bandung. Su­rat rekomendasi Pengcab PSSI Kabupaten Bandung No­mor 16/KU PSSI-Kab.Bdg/II-2-11 tanggal 4 Februari 2011 juga membenarkan bahwa George Toisutta adalah Wakil Ketua Umum PS Bandung Raya sejak 2005. PS Bandung Raya tak lain anggota biasa PSSI dan anggota PSSI Jabar di zona Divisi III.

Analisa saya, tidak ada alasan lo­gis yang membuat Toisutta dan Arifin gagal dalam verifikasi se­bagai calon ketua umum PSSI. Ko­mite harus berterus terang ke­pa­da publik mengenai alasan yang membuat keduanya gagal. Jika tak mau, Menpora sebagai pe­nanggungjawab olahraga In­do­nesia harus turun tangan lang­sung, yakni mengaudit Komite Pe­mi­lihan. Walau FIFA mela­rang pemerintah campur tangan da­lam ­federasi sepakbola, na­mun Menpora tetap harus meng­audit Komite Pemilihan demi se­pakbola Indonesia. Lebih baik men­dapat sanksi dari FIFA tetapi PSSI dan persepakbolaan Indo­nesia membaik.

Menpora harusnya tahu bahwa ada upaya dari PSSI untuk meng­­ganjal calon ketua umum dari luar induk organisasi olah­ra­ga sepakbola di tanah air. Tu­juannya untuk melanggengkan ke­kuasaan dari pengurus yang su­dah ada (status quo).

Seharusnya semua calon yang ma­suk dibiarkan bergabung dan nan­tinya peserta kongres yang akan menentukan sendiri siapa yang layak sebagai calon ketua umum periode empat tahun men­datang. Berikan kesempatan ke­pa­da peserta untuk memilih se­suai dengan hati nuraninya. Bu­kan seperti sekarang ini, mau ma­ju sudah diganjal. Itu jelas per­buatan tak terpuji.

Majunya keempat calon ten­tu­nya dengan niat untuk mem­per­baiki citra sepakbola. Ma­sya­rakat Indonesia tidak mengerti dengan statuta dari PSSI, yang mereka inginkan adalah prestasi yang lebih bagus dari apa yang di­capai selama ini. Jadi ber­ta­runglah secara fairplay di arena kongres. Jangan belum apa-apa sudah dipolitisir dan direkayasa atau mau didagangkan.

Dunia sepakbola Indonesia ada­lah aset nasional. Magnet se­pa­kbola bisa mempersatukan atau mengharubirukan jutaan penggemarnya. Oleh karena itu, ia harus dikawal oleh pemimpin yang benar-benar memiliki in­tegritas dan ketegasan. Tak bisa dipimpin oleh para petualang yang bermental dagang.

As­kan­di Yusra, Ketua Umum Aliansi Nasionalis Religius; pemerhati se­pakbola nasional  

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya