RMOL. Pebulutangkis nasional TauÂfik Hidayat kembali mengÂkriÂtik pemerintah terkait perÂhaÂtiannya kepada mantan atlet. MeÂnurutnya, nasib atlet IndoÂnesia baÂgai habis manis sepah diÂbuang.
Kritikan Taufik diungkapkan di sela-sela Kejuaraan Milo School Competition yang digelar di GOR Pusat Bulutangkis BaÂtam (PBB), Mukakuning, Batam, keÂmarin.
“Di dunia olahÂraga, seperti habis manis sepah diÂbuang,†kata Taufik.
Menurutnya, atlet hanya diÂingat ketika berprestasi. SeÂdangÂkan bila sudah tidak meÂmeÂnangÂkan turnamen, atlet tidak lagi diÂberi perhatian oleh pemerintah.
“Saat berÂprestasi, pemerintah memberikan berÂbagai perhatian dan bonus. Dan seÂbaliknya, saat prestasi meÂmuÂdar perhatian pemerintah ikut hilang,†tuturnya.
Dibanding negara lain, kata Taufik, perhatian peÂmeÂrinÂtah Indonesia kepada mantan atlet sangat kurang. “Di negara lain, masa depan olahragawan jelas,†kata dia.
Hal senada dikatakan bekas atlet bulutangkis nasional, Ricky Subagdja, yang menyatakan peÂmerintah kurang memberikan perhatian kepada mantan atlet. “Tidak ada pensiun, tidak ada jaÂminan untuk atlet,†kata dia.
Dia mengakui, saat berprestasi peÂmerintah memberikan berÂbaÂgai apresiasi dan bonus. Tapi, itu kurang memberikan jaminan keÂpada atlet.
Taufik dan Ricky Subagdja haÂdir untuk memeriahkan turÂnaÂmen yang diikuti sekitar lima raÂtus siswa SD dan SMP se-ProÂvinsi Kepulauan Riau.
Di tempat terpisah, pasangan ganÂda putri tim Tangkas AlfaÂmart Jakarta, Lilyana Natsir/Vitta Marissa berhasil mengaÂlahÂkan pasangan Mutiara Bandung, Tiara Rosalia/Geby Ristani, 21-17, 21-12 dalam turnamen SuÂperÂliga Bulutangkis 2011 di Surabaya, kemarin.
Sedangkan di sektor tunggal putri, Tangkas harus mengakui keunggulan Mutiara Bandung. Pemain asing Tangkas, Yip Pui Yin harus mengakui keunggulan Cheng Shao Chieh dari Mutiara yang juga menang dengan straight set 18-21 dan 14-21.
Di pertemuan berikutnya, Tim Tangkas berharap mampu menÂcuri poin kembali. “Kami harus mendapatkan poin. Semoga perÂtemuan melawan Mutiara bisa membuat Tangkas mendapatkan poin lagi,†ujar manajer Tangkas, Kurniahu.
Sementara di pertandingan Tim Putri lainnya, Elizabeth PurÂwaningtyas dari Tim SGS PLN Bandung dikalahkan oleh peÂmain asing Jaya Raya Suryanaga SuÂrabaya, Yao Jie dengan skor 13-21, 12-21.
Menelan hasil buruk, anak asuh Herman Subarjah ini diÂhaÂrapkan bisa tampil maksimal. PaÂsalnya di laga ganda putri, SGS PLN Bandung juga menuai haÂsil yang sama. Pasangan Kesya Nurvita Hanadia/Richie Puspita Dili kalah dua set atas pasangan Suryanaga Surabaya, Shinta Muliasari/Yao Lei dengan skor 16-21 dan 15-21.
[RM]