Berita

Timnas U-23

Olahraga

Kalah Postur, Hindari Main Atas

Indonesia Vs Turkmenistan
RABU, 23 FEBRUARI 2011 | 02:13 WIB

RMOL. Tim nasional sepak bola In­do­nesia akan menghindari bola-bo­la atas saat menghadapi Tur­kmenistan dalam laga pra-Olimpiade 2011 di Stadion Ja­ka­baring, Palembang, nanti malam.

“Turkemnistan tim kuat, pos­tur dan fisik para pe­main­nya diatas rata-rata pemain In­donesia. Maka itu kita tidak ter­­lalu bermain bola-bola atas,” ujar Asisten Pelatih Tim­nas Indonesia, Wolfgang Pikal kemarin.

Pikal sadar betul Tur­kem­nistan merupakan tim kuat, ma­kanya mereka tidak meng­ang­gap remeh calon la­wan­nya. Apalagi Turkmenistan mampu me­nekuk Thailand 6-2 dengan 10 pemain.


“Mereka ju­ga sudah adaptasi soal cuaca se­lama satu minggu di Thai­land. Beberapa pemain lawan juga mendapat perhatian khu­sus terutama striker nomor 18 dan pemain sayap nomor tujuh serta gelandang nomor 10,” kata dia.

Timnas, saat ini dalam kon­disi siap tanding walaupun ada beberapa pemain yang ce­dera seperti Johan Yoga.

Se­mentara pelatih Tur­k­me­nis­tan Amanklyh  Kochumov meng­aku masih buta dengan ke­kua­tan Timnas Indonesia. “Tapi kami akan menampilkan permainan ba­gus dan berusaha lebih baik,” jelas Kochumov, ke­marin

Menurut Kochumov, fisik pe­mainnya sangat bagus dan  unggul dari segi postur. Meski demikian bola itu bulat dan taktik serta kolektivitas yang akan menentukan ke­me­nangan.

“Kami tidak tahu kualitas pe­main Indonesia, te­tapi kami yakin kami melawan tim ba­gus,” urainya.

Manajer Turkmenistan, Beg­ne­pe­sov Saparnyyaz mengaku tidak khawatir terhadap  pe­non­ton dan kua­li­tas Indonesia. Saat ini Turkmenistan di pe­ringkat 133, sementara In­do­nesia 129.

“Justru kalau ranking Tur­kmenistan di FIFA jauh di bawah Indonesia, yang mem­buat kami khawatir,” katanya.

Pengelola ti­ket per­tan­dingan, Yuliana, me­nga­takan pihaknya telah me­nyiapkan 20.100 tiket dan sampai saat ini sudah terjual 10 ribu tiket. Harga tiket  mu­lai Rp 25 ribu sampai Rp 75 ribu.   [RM]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya