Berita

Valentino Rossi

Olahraga

The Doctor Ngasih Resep ke Ducati

SENIN, 21 FEBRUARI 2011 | 05:44 WIB

RMOL. Jelang seri perdana MotoGP di Sirkuit Qatar pada 20 Maret mendatang, setiap tim makin gencar mengevaluasi keku­rang­an yang terdapat pada motornya. Pebalap Ducati Valentino Rossi pun tidak mau ketinggalan memberi masukan untuk me­ngem­bangkan Desmosedici GP11 tunggangannya.

Dari hasil tes di Sirkuit Se­pang, Malaysia dua pekan lalu, The Doctor mengungkapkan, ada dua hal mendasar yang harus di­benahi para mekanik Ducati, yaitu permasalahan pada sus­pensi dan distribusi berat saat pe­ngereman.

“Agar tampil kompetitif, kami ha­rus mengubah cara motor ini melewati tikungan. Kami juga harus kerja keras membenahi sek­tor pengereman. Saat menge­rem rasanya enak, tetapi per­soal­annya adalah ketika melepas rem dan mulai melaju lagi, motor le­bih melebar,” ungkap jura dunia MotoGP tujuh kali itu.


The Doctor berharap agar tung­gangannya nyaman dan se­suai dengan gaya balapnya se­perti yang dirasakannya saat meng­geber Yamaha YZR M1 tung­gangan lamanya.

Namun, bukan berarti Rossi ingin men­jiplak motor yang mambawanya pada empat gelar juara dunia itu.

“Jika berpikir bisa me­njiplak Yamaha, maka kami su­dah ke­hilangan dari awal karena me­reka memiliki dua motor yang sangat berbeda dalam filo­sofi untuk membangun, begitu juga dengan karakteristiknya. Kami harus memanfaatkan as­pek po­sitif Ducati dan berusaha me­mi­nimalisasi poin-poin ne­ga­tif, serta selalu berpikir bahwa mo­tor ini tidak seperti buatan Je­pang,” tegas pebalap Italia itu.

Menurut Rossi, Ducati harus dikontrol seperti mengendarai motor 500 cc, karena GP11 ber­lawanan dengan Yamaha. Ka­re­na itu, dirinya harus mengubah gaya balapnya agar bisa menyatu dengan GP11.

“Kami tahu cara untuk me­ngatasi masalah dan, menurut saya, kami tidak berada di level yang salah, terutama sejak ba­huku belum prima. Namun kami optimistis untuk tes-tes beri­kut­nya,” ujarnya.

Pada sesi tes pramusim di Se­pang awal bulan lalu, Rossi dan tim Ducati tampil kurang me­nge­sankan. Mereka kalah bersaing dengan dua rival beratnya, Hon­da dan Yamaha. Rossi hanya mampu berada di peringkat 11, se­dangkan posisi tiga besar di­huni Honda, dengan Marco Si­moncelli (Gresini Honda) di po­sisi pertama, disusul duo Repsol Honda, Casey Stoner dan Dani Ped­rosa.   [RM]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya