Berita

Liu, Presdir BUMN China (kiri) dan Fauzi Bahar

Nusantara

Pabrik Pengolahan Biji Besi PT Gainet International Resmi Dibuka di Padang

KAMIS, 17 FEBRUARI 2011 | 07:57 WIB | LAPORAN:

RMOL. Peresmian pabrik pengolahan biji besi PT Gainet International  Indonesia (GII) telah dilaksanakan Rabu kemarin (16/2).  

Secara resmi beroperasinya pabrik pengolahan biji besi PT GII dinyatakan oleh Walikota Kota Padang, Dr. H. Fauzi Bahar, M.Si. Hadir dalam peresmian ini antara lain, Wakil BKPM Pusat  Yuliot, Wakil dari Kemenlu Yusra Khan, Wakil Walikota Padang, Ketua DPRD dan pejabat Pemda kota Padang lainnya. Disamping itu, turut hadir para investor dari China, Amerika Serikat dan Belanda.

Latar belakang berdirinya pabrik pengolahan biji besi di Padang
Rakyat Merdeka Online (Rabu, 16/2).


Menurut Burhan, setelah survey di Sumatra Barat terdapat lebih kurang 48 tambang biji besi. Dan biji besi yang ada di Sumbar ini adalah biji besi jenis magnetik, yang dibutuhkan oleh pihak China.

"Kami melihat kalau biji besi itu tidak diolah itu sulit diterima oleh pabrik baja di dunia, bukan saja di China. Jadi harus diolah menjadi barang setengah jadi, kemudian baru bisa langsung digunakan di berbagai pabrik baja di China,” ujar Burhan.

Dengan demikian, lanjut Burhan,  ada peluang bisnis dan disamping juga membantu penambang-penambang di Padang, supaya bisa mengekspor hasil tambang. Didirikan PT Gainet International Indonesia untuk mengolah bantuan biji besi menjadi barang setengah jadi dan kemudian diekspor. Dan kebetulan, pengolahan yang seperti ini belum ada di seluruh Provinsi Sumatra Barat. Jadi PT GII lah yang pertama mendirikan pengolahan biji besi menjadi barang setengah jadi, sehingga bisa dipergunakan diberbagai tanur pabrik baja.

Selain itu yang bekerjasama denga PT GII ini termasuk pabrik baja yang akan membeli hasil dari pengolahan PT GII  sehingga pemasaran tidak menjadi masalah. Teknologi dan mesin-mesin juga disuplay dengan standarisasi pabrik baja yang ada di China.  

Arti pentingnya perusahaan  pengolahan biji besi ini bagi Provinsi Sumbar adalah biji besi yang kadarnya rendah, seperti 40 persen, 50 persen atau 60 persen total Fe nya itu di fabrik PT GII bisa ditingkatkan menjadi 62-65 persen ke atas. Karena yang diperdagangkan di dunia internasional itu adalah biji besi yang kualitasnya 62-65 persen ke atas.

Kerjasama yang saling menguntungkan
Menyerap tenaga kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi
[yan]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya