Berita

Fe­­lipe Massa

Olahraga

Massa Ogah Jadi Anak Tiri

RABU, 16 FEBRUARI 2011 | 05:14 WIB

RMOL. Benih-benih persaingan sudah mu­lai tumbuh di internal tim ‘Kuda Jingkrak’ Ferrari. Pebalap Fe­­lipe Massa meminta statusnya di­­samakan dengan rekan se­tim­nya, Fernando Alonso di musim ini.

Seperti diketahui, pada musim lalu, Massa seakan menjadi anak tiri, karena timnya lebih mem­prio­ritaskan Alonso. Buktinya, Mas­sa sempat diinstruksikan un­tuk mengalah demi memuluskan am­bisi Alonso menjadi juara dunia yang akhirnya memancing kon­tro­versi karena melakukan team order atau kongkaling­kong.

Kini, Massa yang tampil cia­mik di sesi latihan pra musim dengan kendaraan F150 dan ban baru Pirelli mengatakan, tidak mau menjadi nomor dua di timnya.


“Terlalu dini tim memilih ma­na pebalap nomor satu atau dua. Ini akan mengurangi peluang pe­balap lain,” kata Massa seperti dilansir La Stampa.

Sebelumnya, Massa mengritik ban Bridgestone atas performa bu­ruknya di tahun 2010, namun ba­ru-baru ini mengakui pe­nam­pi­lan buruknya adalah tanggung jawabnya. Mengenai ban Pirelli, Massa berkomentar, “Dibanding Bridgestones, ban ini bekerja le­bih baik bagi saya. Saya suka,” tuturnya.

Di tempat terpisah, Alonso mengaku tetap kesulitan me­lakukan overtaking (menyalip) di balapan musim depan, meski be­berpa peraturan baru mem­per­mudah aksi overtaking musim depan.

Bukan lantaran performa F150 tunggangannya yang belum sempurna, melainkan, karena daya saing mobil yang akan di­sa­lip akan sangat berpengaruh di ba­lapan nanti. “Jika mobil di de­pan Anda melaju hanya seper­se­pu­luh lebih lambat daripada Anda, maka sayap bergerak ti­dak akan cukup berpengaruh,” ujar Alonso dikutip Atosport.

“Sayap itu baru berguna untuk me­nyalip mobil yang satu atau dua detik lebih lambat. Over­ta­king di antara para pembalap ter­depan tentunya akan tetap sulit di 2011,” imbuh juara dunia 2005 dan 2006 ini.   [RM]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya