RMOL. Pemain pilar Boston Celtics, Ray Allen boleh saja bangga meÂnyanÂdang ‘Raja Three Point’. Tapi saÂyang, momen tersebut tidak diÂbaÂrengi dengan kesuksesan timÂnya, karena harus tumbang dari juara bertahan LA Lakers 92-86.
Padahal di laga tersebut, CelÂtics seperti sudah menggenggam keÂmenangan sejak memimpin di kuarter kedua. Di tambah lagi ada pemecahan rekor yang diÂbuat Allen dengan mencatat temÂbaÂkan tiga angka sebanyak 2.561, mengalahkan catatan beÂkas pemain Indiana Pacers, RegÂgie Miller yang telah bertahan seÂlama enam tahun.
Karena prestasinya tersebut, laÂga sempat dihentikan wasit beÂÂbeÂrapa menit untuk memberi pengÂhormatan kepada Allen. SeÂÂluÂruh rekan, keluarga, dan offiÂÂcial memberi ucapan seÂlaÂmat keÂpada pemain 35 tahun terÂsebut. Tak ketinggalan binÂtang Lakers Kobe Bryant dan Miller juga memberi selamat kepada Allen.
“Jika saja saya mampu semÂbuÂnyikan perasaan gembira ini, saÂya bakal melakukannya. Saya seÂdikit malu karena terlalu baÂnyak perhatian atas rekor yang saya buat ini. Ini adalah olahraga tim, jadi saya tak pernah meÂraÂsaÂkan dukungan individu seperti ini,†urai Allen saat jeda waktu.
“Ini momen yang sangat luar biaÂsa. Saya akan mengingatnya seumur hidup,†tambahnya.
Sayangnya, rasa bahagia Allen ruÂsak karena dikeluarkannya diÂrinya di kuarter kedua karena
foul trouble dan timnya kalah dari Lakers. Sempat unggul 53-45 di paruh pertama, Celtics tanÂpa Allen tak mampu menahan keÂbangkitan Bryant Cs di paruh keÂdua untuk meraih keÂmeÂnangÂan 92-86.
Duo pemain Lakers, Kobe Bryant dan Pau Gasol menjadi aktor kesukÂseÂsan Lakers memÂbaÂlas kekaÂlaÂhan dari Celtics di perÂtemuan perÂÂtama. Kobe menÂceÂtak angka terÂbanyak 23 poin, sedangkan Gasol sebagai top performer tim dengan 20 poin dan 10 rebound.
Sementara Allen tampil seÂbaÂgai pengoleksi angka terbanyak CelÂtics meski terkena foul trouÂble. Allen mengoleksi 20 angka, diÂikuti Paul Pierce dengan 15 poin dan raihan 12 angka yang masing-masing dicetak Rajon Rondo dan Kendrick Perkins.
Di tempat terpisah, pelatih leÂgenÂdaris Utah Jazz, Jerry Sloan, akhirÂnya memutuskan pensiun dari pelatih Jazz yang sudah diÂtaÂngani sejak 9 Desember 1988. DiÂakuiÂnya, pelatih 68 tahun yang meÂmulai karier kepelatihannya sejak 1979 itu merasa sudah tak kuat lagi melanjutkan peÂkerÂjaannya.
“Saya merasa ini adalah waktu yang tepat buat pensiun karena energi saya sudah tinggal sedikit. Saya diberkahi karena bisa saÂngat lama berada di satu orÂgaÂniÂsaÂsi. Setelah melewati ini, aku akan merasa lebih baik,†tutur pelatih yang sempat menukangi Chicago Bulls selama tiga tahun sebelum hengkang ke Jazz itu.
Selama 23 musim membesut Jazz, Sloan adalah satu-satunya pelatih NBA yang memenangi 1.000 game dengan satu tim. Ia mencapainya pada 7 November lalu melawan Oklahoma City ThunÂder. Sampai sebelum Sloan munÂdur, Jazz membukukan staÂtistik 31-23 di musim ini. KeÂkaÂlahan dari Bulls dua hari lalu menjadi partai terakhir Sloan berÂsama klubnya tersebut.
Pengunduran diri Sloan sudah ditÂerima pihak manajemen Jazz dan mereka langsung menunjuk asisten Tyrone Corbin sebagai peÂlatih baru.
[RM]