Berita

ilustrasi/ist

X-Files

Ada Preman di Balik Kerusuhan Mendapo?

RABU, 19 JANUARI 2011 | 19:14 WIB | LAPORAN:

RMOL. Suasana di Desa Karang Mendapo, Sarolangun Jambi kembali normal setelah bentrok anggota Brimob dengan sejumlah warga, Sabtu (15/1) lalu. Meski demikian, Kepolisian Resort Sarolangun masih mencari provokator dalam insiden yang menyebabkan enam warga dan dua anggota Brimob terluka.

“Saat ini kasus sedang kita dalami, karena yang diperiksa kemarin menggunakan alamat Karmen (Karang Mendapo) semua,” ujar Kapolres Sarolangun AKBP M Rosidi kepada wartawan, Rabu (19/1).

Rosidi menjelaskan, dugaan keterlibatan sejumlah preman dalam kerusuhan tersebut masih terus diselidiki, termasuk siapa dalang di balik aksi itu.

Sebelumnya, menurut informasi yang beredar, petani yang terkena tembakan peluru karet sebenarnya bukanlah petani. Melainkan preman yang disewa Rus. Keterlibatan Rus dalam kejadian tersebut diduga, karena ingin menguasai lahan sawit di kebun plasma yang dikelola Koperasi Tiga Serumpun.

“Menurut info yang kami dapat di lapangan begitu (ada keterlibatan preman, red). Tapi perlu pembuktian lebih lanjut,” jelasnya.

Bentrok yang terjadi Sabtu lalu (15/1) berawal ketika petugas mendapati sejumlah orang berbadan tegap memanen sawit di lahan kebun plasma, yang dikelola Koperasi Tiga Serumpun. Curiga melihat cara memetik sawit, karena dilakukan tidak seperti lazimnya petani memanen sawit, petugas menangkap orang tersebut hingga berujung pada bentrok fisik. Dalam peristiwa itu, enam warga dan dua petugas mengalami luka.

Sementara Sofyan, salah satu tokoh masyarakat Desa Karang Mendapo kemarin mengatakan, sejak pembangunan kebun plasma dilakukan dari 2001 hingga petani plasma mulai memanen sawit Juli 2006, suasana di perkebunan tersebut berjalan kondusif. Namun, suasana mulai berubah tegang setelah Rusdi menjabat sebagai Kepala Desa Karang Mandapo.

“Rusdi tidak memiliki surat-surat yang sah, ia tetap berusaha menguasai lahan termasuk dengan cara menyewa preman. Saya menjabat kades selama 13 tahun tidak pernah terjadi apa-apa. Semuanya aman dan kondusif. Tetapi sejak Rusdi ingin menguasai lahan, semuanya jadi kacau balau,” kata Sofyan yang juga mantan Kepala Desa Karang Mendapo.

Pendapat senada dikemukakan Ahmad, Ketua Lembaga Adat Kelurahan Pamenang.

“Rusdi kerap mengklaim lahan itu hak miliknya, sekaligus menuding pihak koperasi dan lembaga adat setempat tidak transparan. Anehnya, Rusdi tidak mempunyai bukti apa pun. Bahkan, kami pernah menantang agar Rusdi mengadukan tudingannya ke polisi, tapi Rusdi tidak berani melakukannya,” ungkap Ahmad.

Menanggapi hal ini, pakar hukum UI, Budidarmono menilai, tindakan Rusdi mencaplok secara paksa lahan yang dikelola Koperasi Tiga Serumpun dan PT KDA, jelas termasuk pelanggaran pidana. [cha]


Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Thoriqoh itu Fokus ke Allah, Bukan ke Jokowi dan PSI

Selasa, 01 September 2026 | 05:52

Enam Program Prioritas Sektor Kelautan-Perikanan Jamin Kesejahteraan Masyarakat

Selasa, 01 September 2026 | 05:26

IAW Soroti Tersendatnya INA-24: Sampai Kapan Berlindung di Balik Warisan?

Selasa, 01 September 2026 | 04:53

Prabowo Terima KTA NU

Selasa, 01 September 2026 | 04:29

Onduline Siapkan Produk dan SDM Terbaik Dukung Pembangunan Sekolah Rakyat

Selasa, 01 September 2026 | 03:59

Tragedi Kelas Menengah, Terjepit dan Terlupakan

Selasa, 01 September 2026 | 03:47

Sempat 13 Hari Hilang Kontak di Laut, Awak KM El Malika Bersiap Kembali ke Rumah

Selasa, 01 September 2026 | 03:25

TNI Perkuat Penanganan Karhutla Melalui Penyuluhan

Selasa, 01 September 2026 | 02:55

Usung Konsep "Moving for Longevity", Fervid Pilates Studio Perluas Edukasi Komunitas

Selasa, 01 September 2026 | 02:42

Merawat Konsep Ekonomi-Politik Hatta

Selasa, 01 September 2026 | 02:20

Selengkapnya