Berita

Radhar panca dahana/ist

Budayawan Radhar Tuding Putri Paku Buwono XII Mengada-ada

SENIN, 03 JANUARI 2011 | 10:27 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL.Wacana permintaan agar keraton Surakarta disejajarkan dengan Yogyakarta merupakan hal yang mengada-ada dan berlebihan. Karena memang, kedua kerajaan Jawa itu tidak bisa disamakan.

"Permintaan hak keistimewaan itu perbuatan yang tidak tahu diri yang dilakukan pemimpin-pemimpin daerah. Seharusnya mereka memenuhi dahulu kewajiban mereka sebagai pemimpin kepada rakyatnya," kata budayawan, Radhar Panca Dahana kepada Rakyat Merdeka Online, beberapa saat lalu (Senin, 3/1).

Menurut Radar, keistimewaan kesultanan Yogyakarta bukan terletak pada wilayahnya, tapi terletak pada nilai historis yang pernah dilakukan oleh Sultan Hamengkubuwono IX pada saat perjuangan kemerdekaan.


"Selain memberikan bantuan dalam bentuk materi, Sri Sultan IX juga membantu secara moril, dia sendiri yang memutuskan mau berada dibawah dua kawulo yang tidak dia kenal (Soekarno-Hatta) dan menyatakan kesultanan Jogja siap berada dibawah wilayah Republik, jelas hal semacam ini berbeda dengan daerah-daerah lain," demikian Radhar.

Sebelumnya (Minggu, 2/1), Pengageng Sasana Wilapa Keraton Surakarta, Gusti Raden Ayu Koesmoertiyah, menyatakan akan meminta janji konstitusi Republik Indonesia terkait hak istimewa Surakarta. Gusti Mung, panggilan akrab putri Paku Buwono XII ini, menyatakan bahwa keistimewaan Surakarta sejajar dengan keistimewaan Yogyakarta. [ono]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

NATO Turun Gunung Usai Trump Mau Tarik 5 Ribu Pasukan dari Jerman

Minggu, 03 Mei 2026 | 00:03

Komdigi Dorong Sinergi Penegakan Hukum Ruang Digital

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:45

Wamenkeu soal Purbaya Masuk RS: Insya Allah Sehat, Doakan Saja!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:32

Negosiasi Berjalan Buntu, Trump Tuding Iran Tidak Punya Pemimpin Jelas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:19

Pernyataan Amien Rais di Luar Batas Kritik Objektif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:51

Sekolah Tinggi, Disiplin Rendah: Catatan Hardiknas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:38

Aktivis 98: Pernyataan Amien Rais Tidak Cerminkan Intelektual

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:18

Wakil Wali Kota Banjarmasin Dinobatkan Sebagai Perempuan Inspiratif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:48

KAI Pasang Pemasangan Palang Pintu Sementara di Perlintasan Jalan Ampera

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:34

Paguyuban Tak Pernah Ideal, Tapi Harus Berdampak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:52

Selengkapnya