Berita

HARGA CABAI

Disayangkan, Pemerintah Kembali 'Berakrobat' untuk Tekan Inflasi

JUMAT, 31 DESEMBER 2010 | 09:27 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Perilaku akrobat angka indikator pembangunan ekonomi kembali ditunjukkan pemerintah.

Hal ini melalui wacana menganulir harga cabai sebagai salah satu instrumen yang dipakai dalam menghitung inflasi seperti yang disampaikan Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawaty karena selama ini dianggap sering memicu tingginya angka inflasi.

Demikian dikatakan ekonom dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Serang Dahnil Anzar Simanjuntak kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Jumat, 31/12).


Menurut Anzar, wacana ini mempertegas perilaku pembuat kebijakan ekonomi yang miskin solusi dan substansi dalam menjaga stabilitas inflasi dan menjaga daya beli masyarakat.

"Akibatnya solusi kebijakan yang ditawarkan adalah akrobatik angka yang abai terhadap substansi dari permasalahan inflasi tersebut, yakni supply and demand serta faktor lainya," ujar penulis buku "Akrobatik Pembangunan" ini.

Perilaku kebijakan ekonomi yang berorientasi pada angka statistik agar terlihat elok dan anggun supaya seolah-olah pemerintah berhasil dalam realisasi pembangunan ekonomi, menurutnya, telah menegasikan orientasi pembangunan ekonomi yakni untuk kepentingan rakyat.

"Sehingga seringkali kita temukan fakta ekonomi di atas kertas baik, tetapi yang dirasakan rakyat sebaliknya," demikian Dahnil.  [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

NATO Turun Gunung Usai Trump Mau Tarik 5 Ribu Pasukan dari Jerman

Minggu, 03 Mei 2026 | 00:03

Komdigi Dorong Sinergi Penegakan Hukum Ruang Digital

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:45

Wamenkeu soal Purbaya Masuk RS: Insya Allah Sehat, Doakan Saja!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:32

Negosiasi Berjalan Buntu, Trump Tuding Iran Tidak Punya Pemimpin Jelas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:19

Pernyataan Amien Rais di Luar Batas Kritik Objektif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:51

Sekolah Tinggi, Disiplin Rendah: Catatan Hardiknas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:38

Aktivis 98: Pernyataan Amien Rais Tidak Cerminkan Intelektual

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:18

Wakil Wali Kota Banjarmasin Dinobatkan Sebagai Perempuan Inspiratif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:48

KAI Pasang Pemasangan Palang Pintu Sementara di Perlintasan Jalan Ampera

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:34

Paguyuban Tak Pernah Ideal, Tapi Harus Berdampak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:52

Selengkapnya