Berita

akbar tanjung/ist

Akbar Tanjung: Masih Terlalu Pagi Bicara Capres

KAMIS, 30 DESEMBER 2010 | 14:25 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Partai Golkar hingga saat ini belum memutuskan sistem apa yang akan digunakan dalam menentukan siapa yang akan diajukan sebagai calon presiden dan wakil presiden pada 2014 mendatang.

Bekaca dari pengalaman dua pemilihan presiden sebelumnya, Partai Golkar memiliki dua sistem.

Pertama lewat konvensi seperti yang digelar pada tahun 2004 pada masa kepemimpinan Akbar Tanjung. Kedua, yaitu dengan sistem penetapan dalam rapat pimpinan nasional Partai Golkar seperti tahun 2009 saat Golkar dipimpin Jusuf Kalla.


Namun, seperti yang dikatakan Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Golkar Akbar Tanjung, tidak menutup kemungkinan Golkar akan menggunakan sistem penentuan calon gubernur dan walikota/bupati selama ini dalam menentukan calon presiden dan wakil presiden. Yaitu lewat metode survei.

Namun, dia mengatakan, survei selama ini harus dikaji lagi dimana kelemahan dan kekuarannya. Agar hasil survei itu betul-betul bisa dipertimbangkan sebagai bahan untuk diajukan pada Pilpres 2014. "Mana yang akan diambil akan diputuskan pada waktunya," ujar Akbar diplomatis kepada Rakyat Merdeka Online.

Apakah Anda juga akan maju pada pemilihan presiden 2014 mendatang dari Golkar? "Masih terlalu pagi lah kita bicara itu," elak politisi senior ini. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

NATO Turun Gunung Usai Trump Mau Tarik 5 Ribu Pasukan dari Jerman

Minggu, 03 Mei 2026 | 00:03

Komdigi Dorong Sinergi Penegakan Hukum Ruang Digital

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:45

Wamenkeu soal Purbaya Masuk RS: Insya Allah Sehat, Doakan Saja!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:32

Negosiasi Berjalan Buntu, Trump Tuding Iran Tidak Punya Pemimpin Jelas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:19

Pernyataan Amien Rais di Luar Batas Kritik Objektif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:51

Sekolah Tinggi, Disiplin Rendah: Catatan Hardiknas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:38

Aktivis 98: Pernyataan Amien Rais Tidak Cerminkan Intelektual

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:18

Wakil Wali Kota Banjarmasin Dinobatkan Sebagai Perempuan Inspiratif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:48

KAI Pasang Pemasangan Palang Pintu Sementara di Perlintasan Jalan Ampera

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:34

Paguyuban Tak Pernah Ideal, Tapi Harus Berdampak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:52

Selengkapnya