Berita

Hatta Gugat Sistem Ekonomi Rampok yang Diterapkan Rezim SBY

RABU, 29 DESEMBER 2010 | 10:11 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Jumlah kekayaan empat puluh orang terkaya di Indonesia versi Majalah Forbes yang dirilis awal bulan ini semakin menegaskan bahwa sistem ekonomi Indonesia tidak berpihak kepada kaum marjinal.

Seperti dikatakan Ketua Group Diskusi 77-78, M Hatta Taliwang kekayaan 40 orang itu berjumlah sekitar lebih kurang Rp 650 triliun artinya setara dengan 70% anggaran pendapatan dan belanda negara atau APBN.

Kekayaan 40 orang terkaya tersebut bertambah 60% dalam satu tahun. Karena itu dia menduga dalam beberapa tahun lagi kekayaan 40 orang terkaya di Indonesia akan melebihi jumlah APBN.


Makanya dia mempertanyakan inikah output sistem ekonomi kapitalisme abad ke 19 yang masih diterapkan di Indonesia yang hakekatnya merupakan sistem kapitalisme rampok seperti yang disetir almarhum ekonom Sritua Arief.

Dalam konteks itulah pendiri Partai Amanat Nasional mengingatkan kembali nasihat proklamator kemerdekaan Indonesia Bung Karno dan Bung Hatta.

"Bung Karno berpesan: sosio nasionalisme ialah memperbaiki keadaan masyarakat sehingga keadaan yang kini pincang, tidak ada kaum yang papa,tertindas dan celaka. (Sedangkan) Bung Hatta (mengungkapkan), tujuan utama revolusi nasional  adalah mengangkat posisi ekonomi pribumi sehingga terbebas dari tekanan dan penghisapan," demikian Hatta dalam pesan singkat yang diterima Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Rabu, 29/12). [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

NATO Turun Gunung Usai Trump Mau Tarik 5 Ribu Pasukan dari Jerman

Minggu, 03 Mei 2026 | 00:03

Komdigi Dorong Sinergi Penegakan Hukum Ruang Digital

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:45

Wamenkeu soal Purbaya Masuk RS: Insya Allah Sehat, Doakan Saja!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:32

Negosiasi Berjalan Buntu, Trump Tuding Iran Tidak Punya Pemimpin Jelas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:19

Pernyataan Amien Rais di Luar Batas Kritik Objektif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:51

Sekolah Tinggi, Disiplin Rendah: Catatan Hardiknas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:38

Aktivis 98: Pernyataan Amien Rais Tidak Cerminkan Intelektual

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:18

Wakil Wali Kota Banjarmasin Dinobatkan Sebagai Perempuan Inspiratif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:48

KAI Pasang Pemasangan Palang Pintu Sementara di Perlintasan Jalan Ampera

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:34

Paguyuban Tak Pernah Ideal, Tapi Harus Berdampak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:52

Selengkapnya