Berita

Ruhut Sitompul/ist

SETGAB PECAH?

Ruhut Sitompul: Anis Matta dan Romi Kebelet Ingin Jadi Menteri

SELASA, 28 DESEMBER 2010 | 09:34 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Sekjen PKS Anis Matta dan Wakil Sekjen PPP Romahurmuzy terus mengkritik Sekretariat Gabungan partai pendukung pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono.

Namun, Juru Bicara Partai Golkar Ruhut Sitompul tidak mau ambil pusing dengan kritik dua petinggi partai koalisi itu.

"Bicara partai, saya hanya memegang ucapan Ketua Umum. Dan kalau di PKS, saya pegang Dewan Syuro, Ustad Hilmi, (bukan Presiden PKS dan Sekjen PKS). Karena kan kalau mereka itu yang ditunjuk," ujar Ruhut kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Selasa, 28/12).


Karena itu dia menilai, kritik yang disampaikan Anis Matta menunujukkan itu adalah masalah pribadi Anis Matta di partainya. Bukan PKS dengan Setgab SBY.

"Ini masalah pribadi. Pertama, Anis Matta. Bayangkan sudah tiga kali ganti presiden (PKS), dia terus jadi Sekjen. Dia tidak bisa jadi menteri. Artinya, Anis Matta itu frustasi berat. Karena itu persoalan pribadi jangan di bawa ke dalam Setgab," tutur Ruhut.

"Romi [panggilan  Romahurmuzy] apalagi. Dia merasa orang lama di PPP, tapi tidak dapat kursi menteri. Tahunya menteri perumahannya dikasih ke Suharfa (Monoarfa). Sedangkan dia merasa senior. Jadi ini masalah pribadi lama. Jujur saja yang paling ngotot mendesak reshuffle kan (partai) setgab juga. Mencerminkan kalau di-resfhulle mereka jadi menteri, kan begitu," tambah Ruhut.

Ruhut mengaku semua orang tentu ingin jadi menteri, termasuk dirinya sendiri. Tapi, dia menyarankan, sebaiknya setiap orang harus mengacara diri pantas tidak jadi menteri.  "Jadi harus ngaca diri dulu. Artinya, kalau bicara Setgab, tetap harmonis, karena kita pegang ketua umumnya," tandas Ruhut. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

NATO Turun Gunung Usai Trump Mau Tarik 5 Ribu Pasukan dari Jerman

Minggu, 03 Mei 2026 | 00:03

Komdigi Dorong Sinergi Penegakan Hukum Ruang Digital

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:45

Wamenkeu soal Purbaya Masuk RS: Insya Allah Sehat, Doakan Saja!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:32

Negosiasi Berjalan Buntu, Trump Tuding Iran Tidak Punya Pemimpin Jelas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:19

Pernyataan Amien Rais di Luar Batas Kritik Objektif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:51

Sekolah Tinggi, Disiplin Rendah: Catatan Hardiknas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:38

Aktivis 98: Pernyataan Amien Rais Tidak Cerminkan Intelektual

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:18

Wakil Wali Kota Banjarmasin Dinobatkan Sebagai Perempuan Inspiratif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:48

KAI Pasang Pemasangan Palang Pintu Sementara di Perlintasan Jalan Ampera

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:34

Paguyuban Tak Pernah Ideal, Tapi Harus Berdampak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:52

Selengkapnya