Berita

mahfud md/ist

MAHFUD NGAKU DIANCAM

Mahfud MD Disebut Hanya Mangada-ada Bila Tetap Bungkam

SENIN, 27 DESEMBER 2010 | 08:33 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD diminta membeberkan siapa orang yang mengancamnya pada saat menangani uji materil UU Kejaksaan Agung terkait dengan masa jabatan Hendarman Supandji yang diajukan Yusril Ihza Mahendra beberapa waktu lalu.

"Dia tidak bisa hanya melempar bola saja seperti itu ya. Saya kira dia harus membuka siapa yang mengancam, mengintimidasi atau melakukan tekanan. Supaya tidak menjadi jadi satu pertanyaan besar bagi kita. Jangan sampai ini hanya sekadar rumor, sekadar isu, lalu kemudian bisa menimbulkan pertanyaan-pertanyaan yang tidak berujung," ujar anggota Komisi III DPR Syarifuddin Sudding kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Senin, 27/12).

Namun, meski telah didesak banyak kalangan, Mahfud MD tetap bungkam. Karena itulah, politisi Hanura ini mempertanyakan sikap mantan politisi Partai Kebangkitan Bangsa itu.


"Apa motivasinya Pak Mahfud mengatakan itu ketika tidak ditindaklanjuti, ketika yang bersangkutan tidak membuka itu. Ini kan perlu kita pertanyakan. Jangan sampai hanya menjadi rumor. Apalagi seorang pejabat negara, seorang negarawan, setiap berbicara itu orang menganggap benar adanya," kesal Syarifuddin.

Tak sampai disitu, kalau memang tetap bungkam, Mahfud bisa dibilang hanya mencari sensasi dan mengada-ada. "Jangan sampai ada kesan di publik, apa yang disampaikan itu hanya sekadar mengada-ada. Makanya harus disampaikan ke publik," katanya  lagi.

Kemarin dalam pesan singkat yang diterima kepada Rakyat Merdeka, menanggapi desakan banyak kalangan itu, Mahfud menulis,"Anggota DPR sekalipun tidak bisa mendikte saya. Saya tahu mana yang wajib dibuka dan mana yang diselesaikan langsung kepada pejabat yang bersangkutan." [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

NATO Turun Gunung Usai Trump Mau Tarik 5 Ribu Pasukan dari Jerman

Minggu, 03 Mei 2026 | 00:03

Komdigi Dorong Sinergi Penegakan Hukum Ruang Digital

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:45

Wamenkeu soal Purbaya Masuk RS: Insya Allah Sehat, Doakan Saja!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:32

Negosiasi Berjalan Buntu, Trump Tuding Iran Tidak Punya Pemimpin Jelas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:19

Pernyataan Amien Rais di Luar Batas Kritik Objektif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:51

Sekolah Tinggi, Disiplin Rendah: Catatan Hardiknas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:38

Aktivis 98: Pernyataan Amien Rais Tidak Cerminkan Intelektual

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:18

Wakil Wali Kota Banjarmasin Dinobatkan Sebagai Perempuan Inspiratif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:48

KAI Pasang Pemasangan Palang Pintu Sementara di Perlintasan Jalan Ampera

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:34

Paguyuban Tak Pernah Ideal, Tapi Harus Berdampak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:52

Selengkapnya