ilustrasi/ist
ilustrasi/ist
RMOL. Untuk memperlihatkan dukungan kepada Timnas Indonesia, para elit politik di negeri ini diminta untuk belajar dari rakyat Indonesia. Pasalnya, rakyat Indonesia berduyun-duyun dengan tangan, kaki dan keringat sendiri, berebut tiket di Istora agar dapat memberi dukungan secara langsung kepada para pemain.
"Bahkan untuk tujuan itu, rakyat Indonesia menjual bahkan sesuatu yang paling penting dalam hidupnya. Datang ke Istora lalu berhimpitan dan berdesakan sejak pagi untuk sekadar mendapatkan satu atau dua tiket sejak pagi hingga kadang malam hari. Merekalah pecinta sejati Timnas tanpa harus merasa tampil sebagai pemberi jasa," jelas Ray Rangkuti kepada Rakyat Merdeka Online (Sabtu, 25/12).
Elit politik di Indonesia, alih-alih belajar dari sikap satria rakyat Indonesia itu, kini mereka dengan cara murahan berlomba memperlihatkan seolah paling berjasa dalam membangun Timnas. "Itu sesuatu yang mereka kerjakan tanpa keringat dan kesulitan yang dahsyat seperti yang dilakukan para pecinta sepakbola Indonesia," jelas Ray.
Populer
Sabtu, 25 April 2026 | 15:43
Sabtu, 25 April 2026 | 05:15
Sabtu, 25 April 2026 | 02:37
Kamis, 23 April 2026 | 12:34
Minggu, 26 April 2026 | 11:05
Kamis, 23 April 2026 | 01:30
Senin, 27 April 2026 | 03:59
UPDATE
Minggu, 03 Mei 2026 | 00:03
Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:45
Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:32
Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:19
Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:51
Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:38
Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:18
Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:48
Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:34
Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:52