Berita

ilustrasi/ist

FINAL PIALA AFF 2010

Ray Tantang Elit Politik Antre Bersama Rakyat Dapatkan Tiket

SABTU, 25 DESEMBER 2010 | 12:24 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Untuk memperlihatkan dukungan kepada Timnas Indonesia, para elit politik di negeri ini diminta untuk belajar dari rakyat Indonesia. Pasalnya, rakyat Indonesia berduyun-duyun dengan tangan, kaki dan keringat sendiri, berebut tiket di Istora agar dapat memberi dukungan secara langsung kepada para pemain.

"Bahkan untuk tujuan itu, rakyat Indonesia menjual bahkan sesuatu yang paling penting dalam hidupnya. Datang ke Istora lalu berhimpitan dan berdesakan sejak pagi untuk sekadar mendapatkan satu atau dua tiket sejak pagi hingga kadang malam hari. Merekalah pecinta sejati Timnas tanpa harus merasa tampil sebagai pemberi jasa," jelas Ray Rangkuti kepada Rakyat Merdeka Online (Sabtu, 25/12).

Elit politik di Indonesia, alih-alih belajar dari sikap satria rakyat Indonesia itu, kini mereka dengan cara murahan berlomba memperlihatkan seolah paling berjasa dalam membangun Timnas. "Itu sesuatu yang mereka  kerjakan tanpa keringat dan kesulitan yang dahsyat seperti yang  dilakukan para pecinta sepakbola Indonesia," jelas Ray.


Bahkan untuk menonton di Gelola Bung Karno dan Stadion Bukit Jalil pun mereka meminta fasilitas khusus, kalau tidak tiket gratis setidaknya pelayanan mendapatkan tiket secara mudah tanpa keringat. "Itu cara mencintai Timnas secara licik, murahan dan tidak bermoral," tegas dia.

Karena itu, dia mengimbau, Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia hendaknya menghentikan cara penjualan tiket dengan mengutamakan pejabat dan para politisi. PSSI hendaknya mendahulukan para pecinta sejati Timnas dari pada melayani para pejabat yg hanya mengerti cara mengklaim kesuksesan.

"Sama seperti penonton yang lain, para pejabat tersebut hendaknya ikut berpeluh serta mengantre untuk mendapatkan tiket. Dengan begitu sepakbola menjadi milik kita bersama tanpa kasta. Lebih dari itu, agar para pejabat dan politisi itu juga merasakan carut marut penjualan tiket. Hentikan politisasi Timnas dan stop fasilitas istimewa untuk mereka," demikian Ray. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

NATO Turun Gunung Usai Trump Mau Tarik 5 Ribu Pasukan dari Jerman

Minggu, 03 Mei 2026 | 00:03

Komdigi Dorong Sinergi Penegakan Hukum Ruang Digital

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:45

Wamenkeu soal Purbaya Masuk RS: Insya Allah Sehat, Doakan Saja!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:32

Negosiasi Berjalan Buntu, Trump Tuding Iran Tidak Punya Pemimpin Jelas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:19

Pernyataan Amien Rais di Luar Batas Kritik Objektif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:51

Sekolah Tinggi, Disiplin Rendah: Catatan Hardiknas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:38

Aktivis 98: Pernyataan Amien Rais Tidak Cerminkan Intelektual

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:18

Wakil Wali Kota Banjarmasin Dinobatkan Sebagai Perempuan Inspiratif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:48

KAI Pasang Pemasangan Palang Pintu Sementara di Perlintasan Jalan Ampera

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:34

Paguyuban Tak Pernah Ideal, Tapi Harus Berdampak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:52

Selengkapnya