Berita

ray rangkuti/ist

Demokrat Justru yang Mulai Menciderai Reformasi

SABTU, 25 DESEMBER 2010 | 09:39 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Partai Demokrat Ahmad Mubarok diminta membuat indikasi yang jelas sebelum menarik kesimpulan bahwa salah satu penyebab keterpurukan bangsa ini karena reformasi yang terlalu dipaksakan, tanpa melalui konsep yang diperhitungkan.

"Pak Mubarok buat indikasinya dulu. Ini kan sering orang mengatakan reformasi kebablasan, demokrasi kebablasan, tapi kebablasannya di mana, penyebab di mana, tidak jelas," ujar aktivis '98 Ray Rangkuti kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Sabtu, 25/12).

Ray mengakui bahwa secara mikro memang harapan reformasi belum terpenuhi, karena memang masih ada undang undang yang satu dengan yang lain masih bertabarakan. Tapi hal itu terus dilakukan perbaikan. "Ada MK tempat uji materi undang undang yang bertabrakan. Ada juga revisi oleh DPR," jelas Ray.


Dari tataran makro, jelas Ray, reformasi telah berhasil mengubah sistem politik Indonesia. Dia menjelaskan, bahwa setelah reformasi daerah diberi keleluasaan, wewenang Presiden dibatasi, partai politik ditertibkan. "Itu ada semua, sebagai hasil reformasi," jelas Ray.  

Justru menurut Ray, Partai Demokrat sebagai partai penguasa lah yang mulai membawa Indonesia kembali ke zaman sebelum reformasi. Hal ini, terangnya, mulai dari konsep gubernur yang diwacanakan pemerintah untuk dipilih kembali oleh DPRD.

"Juga upaya memperkuat pemerintah nasional, melakuan akrobat politik, membentuk koalisi hanya karena Presidennya tidak pede. Padahal itu tidak diatur dalam sistem presidensial. Justru itu menciderai alemen kecil dari reformasi," demikian Ray. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

NATO Turun Gunung Usai Trump Mau Tarik 5 Ribu Pasukan dari Jerman

Minggu, 03 Mei 2026 | 00:03

Komdigi Dorong Sinergi Penegakan Hukum Ruang Digital

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:45

Wamenkeu soal Purbaya Masuk RS: Insya Allah Sehat, Doakan Saja!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:32

Negosiasi Berjalan Buntu, Trump Tuding Iran Tidak Punya Pemimpin Jelas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:19

Pernyataan Amien Rais di Luar Batas Kritik Objektif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:51

Sekolah Tinggi, Disiplin Rendah: Catatan Hardiknas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:38

Aktivis 98: Pernyataan Amien Rais Tidak Cerminkan Intelektual

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:18

Wakil Wali Kota Banjarmasin Dinobatkan Sebagai Perempuan Inspiratif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:48

KAI Pasang Pemasangan Palang Pintu Sementara di Perlintasan Jalan Ampera

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:34

Paguyuban Tak Pernah Ideal, Tapi Harus Berdampak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:52

Selengkapnya