ray rangkuti/ist
ray rangkuti/ist
RMOL. Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Partai Demokrat Ahmad Mubarok diminta membuat indikasi yang jelas sebelum menarik kesimpulan bahwa salah satu penyebab keterpurukan bangsa ini karena reformasi yang terlalu dipaksakan, tanpa melalui konsep yang diperhitungkan.
"Pak Mubarok buat indikasinya dulu. Ini kan sering orang mengatakan reformasi kebablasan, demokrasi kebablasan, tapi kebablasannya di mana, penyebab di mana, tidak jelas," ujar aktivis '98 Ray Rangkuti kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Sabtu, 25/12).
Ray mengakui bahwa secara mikro memang harapan reformasi belum terpenuhi, karena memang masih ada undang undang yang satu dengan yang lain masih bertabarakan. Tapi hal itu terus dilakukan perbaikan. "Ada MK tempat uji materi undang undang yang bertabrakan. Ada juga revisi oleh DPR," jelas Ray.
Populer
Sabtu, 25 April 2026 | 15:43
Sabtu, 25 April 2026 | 05:15
Sabtu, 25 April 2026 | 02:37
Kamis, 23 April 2026 | 12:34
Minggu, 26 April 2026 | 11:05
Kamis, 23 April 2026 | 01:30
Senin, 27 April 2026 | 03:59
UPDATE
Minggu, 03 Mei 2026 | 00:03
Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:45
Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:32
Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:19
Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:51
Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:38
Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:18
Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:48
Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:34
Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:52