Berita

Wawancara

WAWANCARA

Julian Aldrin Pasha: Saya Tidak Pernah Berbohong

Soal Pertemuan P­residen & Sultan­
SABTU, 25 DESEMBER 2010 | 07:03 WIB

RMOL. Juru Bicara Presiden Bidang Dalam Negeri, Julian Aldrin Pasha mengatakan, dirinya tidak pernah berbohong soal pertemuan Presiden SBY dengan Sri Sultan Hamengku Buwono X yang disaksikan Aburizal Bakrie, di Wisma Negara, Jakarta, Selasa (21/12).

“Saat ditanya soal itu, saya memang tidak mengetahuinya. Jadi, saya sebetulnya belum me­ngetahui pada saat itu. Maka­nya saya bilang tidak tahu. Jadi, saya tidak berbohong,’’ ujarnya, ke­pada Rakyat Merdeka, di Jakarta, kemarin.

Berikut kutipan selengkapnya:


Bukannya Anda bilang tidak ada pertemuan tersebut?
Saya waktu itu ditanya, saya memang tidak mengetahui. Jadi, saya sebetulnya belum menge­tahui pada saat itu. Oleh sebab itu, saya mengatakan dan menanya­kan kepada para wartawan, sum­bernya dari mana. Karena saya sendiri kan memang tidak tahu saat ditanyakan waktu itu.

Memang Anda di mana saat  pertemuan itu?
Pada saat itu, saya pergi ke TVRI untuk menghadiri acara TVRI. Setelah itu saya ditanya­kan tentang pertemuan itu. Saya katakan belum tahu. Sehingga saya tidak bisa memberi komen­tar atau informasi apapun. Sebab, saya tidak tahu dan saya juga tidak terlibat dalam pertemuan tersebut. Jadi, saya tidak pernah bohong di sini. Saya tidak pernah bohong. Dan ini bukan kebo­hongan pada publik.

Anda keberatan dikatakan pem­bohong?
Tentu. Saya sangat keberatan, kalau saya dikatakan berbohong. Dan melakukan pembohongan publik. Ini kesannya seperti itu. Saya sangat tidak terima dengan itu. Sebab, saya tidak tahu per­temuan itu, jangan diputarbalik­kan, seolah saya melakukan pem­bohongan yang tidak perlu. Tidak ada gunanya bagi saya dan itu malah merugikan bagi semua.

Saat ditanya wartawan, saya bilang tidak tahu. Kemudian di­tanyakan juga, apakah Pak Andi Mallarangeng yang memfasilitasi pertemuan Sri Sultan dengan Pak Pre­si­den. Saya ka­ta­kan, sama sekali tidak. Ka­rena pada saat ada Pak Andi, saya masih be­rada di ling­kungan Ista­na Ke­presidenan.

Apa yang di­bi­ca­rakan Andi Mallarangeng de­ngan Pre­si­den?
Yang saya tahu, bahwa yang dibicara­kan itu bukan menyang­kut subs­tansi yang berkaitan dengan Sri Sultan. Tapi lebih kepada prestasi olah raga dan Partai Demokrat itu sendiri.

Jadi, pada saat ditanyakan, apa­kah pak Andi yang mem­fasilitasi. Saya katakan tidak betul. Karena saya memang masih berada di sana bersama Pak Presiden dan Pak Andi Mallarangeng. Tapi kemudian yang saya baca, malah beritanya macam-macam.

Katanya saya berada di sana dan saya tahu. Saya bilang, nggak tahu. Jadi, malah nggak jelas. Tolong diluruskan, jangan berita­nya setengah-setengah begitu. Itu tidak baik seperti itu. Saya tidak perlu menyebut medianya yang mana. Tapi kan akhirnya menim­bulkan interprestasi publik.

Tolong ya, informasi ke pu­bliknya harus benar, jangan dipo­tong, jangan setengah-setengah, nggak baik itu. Nanti keliru. Ka­lau memang saya tahu, tentu saya bilang tahu. Dan kalau memang saya tidak tahu, ya saya bilang tidak tahu.

Kenapa pertemuan itu Anda tidak tahu, seharusnya sebagai Jubir tentu wajib mengeta­hui­nya?
Saya tidak selalu mendampingi Presiden. Tapi kalau dalam acara-acara yang sifatnya formal, ter­buka dan diketahui publik. Sudah pasti, hampir selalu saya bersama Pak Presiden. Makanya saya selalu hadir di dalam, untuk per­temuan resmi.

Apa memang pertemuan itu ter­tutup, sehingga Anda tidak mengetahuinya?
Tidak selalu Juru Bicara tahu kan. Sebab, saya juga ada tugas lain yang harus saya selesaikan juga. Karena agenda Presiden yang diselenggarakan di Cikeas padat sekali. Semua kan perlu koordinasi.

Apa sebelumnya Presiden ti­dak memberitahukan ke Anda kalau ada pertemuan itu?
Tidak.

Sesudah pertemuan itu, apa Pre­siden juga tidak memberi­tahu Anda?
Tidak.

Berarti sifatnya rahasia ya?
Saya tidak bisa mengomentari soal itu. Silakan ditafsirkan atau interpretasikan. Saya tidak punya kapasitas untuk menilai segala sesuatu yang tidak saya ketahui secara persis.

Adakah tanggapan Presiden terkait pertemuan itu?
Begini, kalau Anda menanya­kan pribadi kepada saya. Saya tetap memandang bahwa segala sesuatu yang dipikirkan Bapak Presiden, adalah sesuatu yang positif. Untuk kebaikan bersama dan kemaslahatan yang lebih luas, sehingga tidak boleh ada pikiran yang negatif di sini.  [RM]

Populer

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Keppres Pengangkatan Adies Kadir Digugat ke PTUN

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:58

Koordinator KKN UGM Tak Kenal Jokowi

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

UPDATE

Program Prabowo Tak Akan Berdampak Jika Soliditas Internal Rapuh

Jumat, 13 Februari 2026 | 16:03

Prabowo Tantang Danantara Capai Return on Asset 7 Persen

Jumat, 13 Februari 2026 | 16:01

Pakar: Investigasi Digital Forensik Bisa jadi Alat Penegakan Hukum Kasus Investasi

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:46

Wapres Tekankan Kuartal I Momentum Emas Sektor Pariwisata

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:40

Kapolri Siap Bangun Lebih dari 1.500 SPPG Selama 2026

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:26

Kolaborasi Inspiratif: Dari Ilustrasi ke Mesin Pertumbuhan Ekonomi Kreatif

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:20

Setnov Hadir, Bahlil Hanya Pidato Singkat di HUT Fraksi Partai Golkar DPR

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:18

Kepala BPKH: Desain Kelembagaan Sudah Tepat, Tak Perlu Ubah Struktur

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:16

Prabowo Hadiri Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara

Jumat, 13 Februari 2026 | 14:53

Keuangan Haji Harus Berubah, Wamenhaj Dorong Tata Kelola yang Lebih Modern

Jumat, 13 Februari 2026 | 14:36

Selengkapnya