Berita

PKS Tuding Justru Setgab Koalisi SBY yang Tak Beres

JUMAT, 24 DESEMBER 2010 | 15:34 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Tidak ada masalah di internal Partai Keadilan Sejahtera. Karena itu, Sekretaris Setgab partai pendukung pemerintahan SBY-Boediono, Syarief Hasan lah yang dinilai tidak paham dengan bahasa PKS.

"Pemahamannya terbalik itu. Justru ada persoalan di Setgab yaitu pada menajemen kepemimpinannya. Mestinya harus ada kebersamaan, ada pembahasan yang terbuka dan demokratis terkait persoalan bangsa. Bukan sekadar rapat, koordinasi dan pengarahan," ujar fungsionaris DPP PKS Luthfi Idris kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Jumat, 24/12).

Contoh paling gampang betapa tidak jelasnya manajemen di Setgab SBY adalah terkait pembahasan Rancang Undang Undang Keistimewaan Jogjakarta. Dia mengatakan, RUU yang mengundang polemik ini tidak pernah dibahas di Setgab. Tapi setelah mengundang polemik dan di saat akan diserahkan ke DPR baru partai-partai diajak berembuk.


"RUU Jogja ini harusnya, kita kumpul dulu. Ini sudah muncul di publik baru dibahas. Kita hanya ditodong atas nama koalisi. Mana bisa begitu. Kita koalisi dengan SBY ada kontraknya. Bukan tiba-tba minta dukungan. Koalisi ada kesepahaman, ada pembicaraan," kesal anggota Komisi VII DPR ini.

Sebelumnya Syarief Hasan membantah Setgab pecah. Dia mengatakan isu perpecahan bukanlah dari Setgab, melainkan masalah internal parpol koalisi yang dibawa-bawa ke setgab.

"Jadi menurut saya (isu setgab pecah), mungkin itu karena masalah intern (parpol). Masalah intern partai dibawa ke Setgab, dipolitisasi untuk dibawa ke Setgab, itu yang keliru," ujar Sekretaris Setgab Syarief Hasan di Istana Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (23/12).

Syarief mengatakan itu menanggapi pernyataan Wakil Sekjen PKS Mahfud Siddik yang menilai Setgab didominasi Partai Demokrat dan Partai Golkar. Karena itu, bahkan Mahfud Siddik mengancam akan membentuk aliansi bersama PDI Perjuangan dan partai tengah lainnya menghadapi Pemilu 2014. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

NATO Turun Gunung Usai Trump Mau Tarik 5 Ribu Pasukan dari Jerman

Minggu, 03 Mei 2026 | 00:03

Komdigi Dorong Sinergi Penegakan Hukum Ruang Digital

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:45

Wamenkeu soal Purbaya Masuk RS: Insya Allah Sehat, Doakan Saja!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:32

Negosiasi Berjalan Buntu, Trump Tuding Iran Tidak Punya Pemimpin Jelas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:19

Pernyataan Amien Rais di Luar Batas Kritik Objektif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:51

Sekolah Tinggi, Disiplin Rendah: Catatan Hardiknas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:38

Aktivis 98: Pernyataan Amien Rais Tidak Cerminkan Intelektual

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:18

Wakil Wali Kota Banjarmasin Dinobatkan Sebagai Perempuan Inspiratif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:48

KAI Pasang Pemasangan Palang Pintu Sementara di Perlintasan Jalan Ampera

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:34

Paguyuban Tak Pernah Ideal, Tapi Harus Berdampak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:52

Selengkapnya