Berita

soehandojo/ist

MAHFUD NGAKU DIANCAM

Eks Kapuskenkum Jagung Desak Mahfud MD Bersikap Ksatria Buka Mulut

JUMAT, 24 DESEMBER 2010 | 10:49 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Meski telah didesak banyak kalangan, Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD tetap bungkam soal siapa orang yang mengancamnya pada saat menangani uji materil UU Kejaksaan Agung yang diajukan Yusril Ihza Mahendra beberapa waktu lalu.

Mantan Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung Soehandojo menyesalkan sikap Mahfud MD itu. Mestinya, kalau sudah berani menyampaikan, Mahfud juga harus mau membeberkannya kepada publik.

"Sekarang ini kan Pak Mahfud cukup dipuji banyak orang. Untuk menjaga dan menjaga kehormatannya, seharusnya kalau sudah sekali bicara harusnya juga memberikan penjelasan yang jelas. Jiwa ksatria dari Pak Mahfud itu dituntut," tegas Soehandojo kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Jumat, 24/12).


Kalau Mahfud MD tetap bungkam, lanjutnya, hal itu akan menjadi pelajaran yang tidak baik bagi masyarakat dalam hal tranparansi.

"Kita ingin masyarakat cerdas, tapi justru terbelenggu oleh cara-cara pemimpin yang tidak transparan. Cobalah budaya ksatria itu dimiliki setiap pemimpin. Kalau pemimpin tidak berjiwa ksatria, sukar negara ini," kesal dia.

Tak sampai disitu, dia juga menyesalkan kenapa Mahfud baru menyampaikannya pada Rabu lalu dalam acara forum evaluasi Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum.  Mestinya, Mahfud langsung menyampaikan kepada Hendarman Supandji, Jaksa Agung saat itu, pada saat dia menerima ancaman.

"Sebaiknya Pak Mahfud bisa melakukan kontak langsung dengan Jaksa Agung. Apa salahnya kalau itu dikontak labgsung dengan Jaksa Agung," kesalnya lagi.

Sebelumnya, Mahfud mengakui diancam saat menangani gugatan Yusril soal keabsahan Hendarman Supandji. Sang pengancam minta agar MK tidak menyatakan jabatan Hendarman Supandji ilegal. Kalau tidak menuruti permintaan itu, pengancam akan membeberkan suap oleh salah satu hakim MK. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

NATO Turun Gunung Usai Trump Mau Tarik 5 Ribu Pasukan dari Jerman

Minggu, 03 Mei 2026 | 00:03

Komdigi Dorong Sinergi Penegakan Hukum Ruang Digital

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:45

Wamenkeu soal Purbaya Masuk RS: Insya Allah Sehat, Doakan Saja!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:32

Negosiasi Berjalan Buntu, Trump Tuding Iran Tidak Punya Pemimpin Jelas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:19

Pernyataan Amien Rais di Luar Batas Kritik Objektif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:51

Sekolah Tinggi, Disiplin Rendah: Catatan Hardiknas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:38

Aktivis 98: Pernyataan Amien Rais Tidak Cerminkan Intelektual

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:18

Wakil Wali Kota Banjarmasin Dinobatkan Sebagai Perempuan Inspiratif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:48

KAI Pasang Pemasangan Palang Pintu Sementara di Perlintasan Jalan Ampera

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:34

Paguyuban Tak Pernah Ideal, Tapi Harus Berdampak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:52

Selengkapnya