Berita

Wawancara

WAWANCARA

Lalu Mara Satriawangsa: Belanda Masih Jauh Bung... Kenapa Ribut Dari Sekarang

RABU, 22 DESEMBER 2010 | 07:24 WIB

RMOL. Aburizal Bakrie menjamu tim nasional sepak bola Indonesia bukan atas nama Ketua Umum Partai Golkar, tapi sebagai anak tertua dari keluarga Bakrie.

“Tidak ada kaitannya dengan investasi Pemilu 2014. Anggapan seperti itu terlalu berlebihan. Be­landa masih jauh Bung, kenapa ribut dari sekarang,’’ ujar Juru Bicara Aburizal Bakrie, Lalu Mara Satriawangsa, kepada Rak­yat Merdeka, di Jakarta, kemarin.

Berikut kutipan selengkapnya:    


Jamuan makan Aburizal Ba­krie kepada Timnas Garuda, Senin (20/12), dinilai investasi politik 2014, komentar Anda?
Orang pikir negatif terus, sila­kan saja ya. Tapi faktanya tidak seperti itu. Pak Bakrie menjamu Timnas semata karena patut di­banggakan saja. Kami melihat­nya hanya seperti itu. Tidak  ada niatan investasi politik.

Sebenarnya jamuan itu atas inisiatif siapa?
Itu kan PSSI dan Timnas yang berkunjung dan mau silatu­rah­mi. Seperti yang dikatakan Pak Nur­din Halid (Ketua Umum PSSI) bahwa di saat PSSI lagi su­sah-susahnya nggak ada yang me­lirik. Tapi keluarga Bakrie yang meno­pang semua program PSSI. Ini Pak Nurdin yang ngo­mong lho.

Sebetulnya, keluarga Bakrie tidak pernah ingin membuka itu. Tapi semua orang tahu, kiprah  ke­luarga Bakrie di olah raga. Bukti­n­ya, sejak tahun 1986 itu didirikan Pelita Jaya dengan tujuh cabang.

Apa saja?
Sepak bola, bulu tangkis,  bas­ket, bola voli, tenis, balap sepeda, dan berkuda. Hampir seluruh atlet-atlet yang membela negara pada saat itu, banyak yang dari Pelita Jaya. Dan Pak Ical dulu Wa­kil Ketua Umum PBSI men­dam­pingi Try Sutrisno yang waktu itu sebagai Wapres sekali­gus Ketua Umum PBSI. Beliau juga pernah menjadi manajer Thomas Cup.

Hal sama juga dilakukan Nir­wan Bakrie, yang meniti karier di PSSI mulai dari bawah. Bahkan pernah menjadi Manajer Sea Ga­mes tim nasional di Kuala Lum­pur pada 1989. Saya pada waktu itu masih menjadi wartawan pernah meliput Sea Games.

Artinya Anda ingin mengata­kan bahwa jamuan itu hal biasa-biasa saja?
Ya, betul. Nggak ada yang luar biasa pada jamuan itu. Sebab, itu hanya silaturahmi dari PSSI yang mengucapkan terima kasih. Ya, kita terima dengan baik. Terima kasih atas apresiasinya. Itu saja kan.Tidak ada pikiran yang lain-lain soal itu.

Sebaiknya tidak usah mem­politi­sir soal itu. Yang pasti kita senang dan bahagia. Bahwa da­lam keadaan seperti ini, masih ada sepak bola yang kita harap­kan bisa menyatukan kita dari segala perbedaan yang meng­ingin­kan Indonesia itu juara AFF 2010. Itu kan luar biasa.

Apa sebelumnya Ical pernah mengontak Timnas untuk da­tang ke rumahnya?
Saya belum tahu. Yang jelas, jamuan itu inisiatifnya Pak Nur­din dan jajarannya. Bukan atas undangan Pak Ical dong. Beliau menerima Timnas atas nama ke­luarga Bakrie, bukan atas Ketua Umum Partai Golkar. Sebab, beliau yang paling tua di keluarga Bakrie.

Jadi, olah raga ya olah raga, nggak usah dipolitisir. Justru dari olah raga mari kita bersatu meng­hilangkan segala perbedaan. Kalau soal kompetisi, nanti ada waktunya kalau berpolitik. Ibarat kata, Belanda masih jauh Bung, kenapa ribut dari sekarang.

Barangkali ada rasa kekha­wa­tiran?
Saya kira itu berlebihan. Me­reka terkaget-kaget kali ya kalau 2014 saat ini. Sebab, mereka nggak aktif di olahraga.  Padahal, sekarang ini kita bersatu untuk kemajuan bangsa. Dan berkarya untuk kepentingan nusa dan bangsa.

Apa ada lagi bonus yang di­beri­kan kalau Timnas menang?
Nggak ada pembicaraan itu. Tapi lebih jelasnya tanya PSSI dong.

Mungkin membangun pelati­han Timnas di atas tanah 25 hek­tar yang sudah dihibahkan ke­luarga Bakrie itu?
Bisa jadi begitu ya, tapi ya kita lihat nanti saja. Masa kita meng­eksplorasi yang begitu, kan tidak bagus. Yang jelas, bantuan yang diberikan Pak Ical itu tulus, ini demi bangsa dan negara. Se­lain itu, keluarga Bakrie itu me­mang olah raga.

Lalu ada yang mengucapkan terima kasih, kita apresiasi. Bahwa ada yang apresiasi kita ucapkan Alhamdulillah. Tapi keluarga Bakrie tidak pernah me­minta, dan tanpa pamrih. Bahwa keluarga Bakrie ada yang berle­bihan, kita bantu. Itulah jiwa daripada keluarga Bakrie. Se­baik­­nya, kita semua harus meli­hat begitu juga.  [RM]

Populer

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Keppres Pengangkatan Adies Kadir Digugat ke PTUN

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:58

Koordinator KKN UGM Tak Kenal Jokowi

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

UPDATE

Program Prabowo Tak Akan Berdampak Jika Soliditas Internal Rapuh

Jumat, 13 Februari 2026 | 16:03

Prabowo Tantang Danantara Capai Return on Asset 7 Persen

Jumat, 13 Februari 2026 | 16:01

Pakar: Investigasi Digital Forensik Bisa jadi Alat Penegakan Hukum Kasus Investasi

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:46

Wapres Tekankan Kuartal I Momentum Emas Sektor Pariwisata

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:40

Kapolri Siap Bangun Lebih dari 1.500 SPPG Selama 2026

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:26

Kolaborasi Inspiratif: Dari Ilustrasi ke Mesin Pertumbuhan Ekonomi Kreatif

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:20

Setnov Hadir, Bahlil Hanya Pidato Singkat di HUT Fraksi Partai Golkar DPR

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:18

Kepala BPKH: Desain Kelembagaan Sudah Tepat, Tak Perlu Ubah Struktur

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:16

Prabowo Hadiri Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara

Jumat, 13 Februari 2026 | 14:53

Keuangan Haji Harus Berubah, Wamenhaj Dorong Tata Kelola yang Lebih Modern

Jumat, 13 Februari 2026 | 14:36

Selengkapnya