Berita

syarief hasan/ist

Romy Sebut Setgab SBY Tak Jujur, Syarief Hasan Langsung Konfirmasi

SELASA, 21 DESEMBER 2010 | 17:00 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Sekretaris Sekretariat Gabungan (Setgab) partai pendukung pemerintahan SBY-Boediono, Syarief Hasan, menampik pernyataan Sekretaris Fraksi PPP DPR Romahurmuzy, soal ketidakjujuran dan keterbukaan Setgab yang dimuat sejumlah media hari ini (Selasa, 21/12).

Diberitakan, Rommy, panggilan Romahurmuzy, menilai Partai Demokrat selaku pemimpin koalisi masih tertutup dan tidak jujur dalam menjalin komunikasi dengan lima partai lainnya. Selanjutnya, mayoritas keputusan penting hanya diputuskan oleh Partai Demokrat dan Partai Golkar.

Syarief menegaskan, tidak ada ketertutupan di Setgab. Adanya Setgab jutru membuat komunikasi yang positif dan dinamis, baik itu antara pimpinan Parpol maupun fraksi-fraksi di DPR dengan pemerintah. 


"Saya sudah komunikasi langsung dengan Romy, dia mengatakan pernyataan yang di beritakan di media banyak yang tidak sesuai dan di luar konteks. Saat ini, kata dia, Rommy sedang berada di Mekkah untuk melaksanakan ibadah Umrah," Syarief kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu.

Sebut Syarief, Rommy juga menegaskan bahwa tidak ada perpecahan di Setgab. Soal perbedaan pendapat itu hal biasa, tapi bukan soal ketertutupan. Adanya Setgab, justru merupakan terobosan baru pola komunikasi politik yang efektif.  

"Setgab justru menimbulkan implikasi politik bagi demokrasi di Indonesia. Pertemuan-pertemuan rutin antar pimpinan parpol dan juga pimpinan fraksi di DPR yang tergabung dalam Setgab memberikan nuansa baru buat pemerintah. Persoalan-persoalan yang terkait dengan perbedaan antara partai politik dengan adanya Setgab bisa dicarikan jalan tengah.”

Kata dia, Partai yang tergabung dalam Setgab (Demokrat, Golkar, PKS, PAN, PKB dan PPP) komit mendukung kebijakan pemerintah. Soal perbedaan pandangan dalam rapat-rapat, itu hal biasa, namun akhirnya semua dalam rangka mendukung kebijakan pemerintah. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

NATO Turun Gunung Usai Trump Mau Tarik 5 Ribu Pasukan dari Jerman

Minggu, 03 Mei 2026 | 00:03

Komdigi Dorong Sinergi Penegakan Hukum Ruang Digital

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:45

Wamenkeu soal Purbaya Masuk RS: Insya Allah Sehat, Doakan Saja!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:32

Negosiasi Berjalan Buntu, Trump Tuding Iran Tidak Punya Pemimpin Jelas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:19

Pernyataan Amien Rais di Luar Batas Kritik Objektif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:51

Sekolah Tinggi, Disiplin Rendah: Catatan Hardiknas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:38

Aktivis 98: Pernyataan Amien Rais Tidak Cerminkan Intelektual

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:18

Wakil Wali Kota Banjarmasin Dinobatkan Sebagai Perempuan Inspiratif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:48

KAI Pasang Pemasangan Palang Pintu Sementara di Perlintasan Jalan Ampera

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:34

Paguyuban Tak Pernah Ideal, Tapi Harus Berdampak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:52

Selengkapnya