Berita

Anggota Komisi Olahraga DPR: Kenaikan Harga Tiket Urusan Panitia

SELASA, 21 DESEMBER 2010 | 10:52 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Harga tiket untuk putaran final Piala AFF 2010 naik dari harga sebelumnya. Kenaikan harga tiket ini bahkan sampai 100 persen.

Bagaimana tanggapan anggota Komisi X DPR yang membidangi masalah olahraga terkait kenaikan harga itu? Harry Lontung Siregar saat dihubungi Rakyat Merdeka Online, menyatakan kenaikan harga tiket itu merupakan urusan panitia penyelenggara.

"Itukan teknis sekali. Panitia lebih tahu lah, jangan kita campuri itu. Prinsipnya mereka kan sudah punya hitung-hitungan. Dalam kondisi itu, mereka sudah hitung lah semuanya. Perhitungan mereka untuk mensuskeskan, panitia sudah maksimal. Sudah mantap itu," ujar anggota Komisi X dari Fraksi Hanura ini.


Dia menambahkan, kursi penonton itu memiliki tingkatan-tingkatan. Karena itu masyarakat, bisa memilih tingkat yang sesuai dengan kemampuan.

Namun, saat ditanyakan kembali, bahwa semua level mengalami kenaikan harga, dia kembali berujar," Ya kalau menurut pandangan saya, panitia sudah menghitung semuanya lah itu."

Sebelumnya, Panitia Piala AFF untuk Jakarta menaikkan harga tiket VVIP untuk laga final Indonesia-Malaysia menjadi Rp 1 juta. Sebelumnya, pada saat semi final dan penyisihan tiket dibandrol masing-masing Rp 500 ribu dan Rp 250 ribu.

Sedangkan untuk kelas VIP Barat yang sebelumnya diharga Rp 350 untuk semi final dan Rp 250 ribu untuk penyisihan, kali ini dibandrol Rp 500 ribu. Sementara itu, tiker VIP Timur dijual Rp 350 ribu dari sebelumnya Rp 250 ribu dan Rp 150 ribu untuk masing-masing semi final dan penyisihan.

Tak hanya itu, kenaikan harga tiket juga berlaku untuk bagian Tribun Atas. Untuk kursi yang umumnya untuk masyarakat umum ini naik menjadi Rp 75 ribu dari sebelumnya yang hanya Rp 50 ribu. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

NATO Turun Gunung Usai Trump Mau Tarik 5 Ribu Pasukan dari Jerman

Minggu, 03 Mei 2026 | 00:03

Komdigi Dorong Sinergi Penegakan Hukum Ruang Digital

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:45

Wamenkeu soal Purbaya Masuk RS: Insya Allah Sehat, Doakan Saja!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:32

Negosiasi Berjalan Buntu, Trump Tuding Iran Tidak Punya Pemimpin Jelas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:19

Pernyataan Amien Rais di Luar Batas Kritik Objektif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:51

Sekolah Tinggi, Disiplin Rendah: Catatan Hardiknas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:38

Aktivis 98: Pernyataan Amien Rais Tidak Cerminkan Intelektual

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:18

Wakil Wali Kota Banjarmasin Dinobatkan Sebagai Perempuan Inspiratif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:48

KAI Pasang Pemasangan Palang Pintu Sementara di Perlintasan Jalan Ampera

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:34

Paguyuban Tak Pernah Ideal, Tapi Harus Berdampak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:52

Selengkapnya