Basrief Arief/ist
Basrief Arief/ist
RMOL. Jaksa Agung Basrief Arief tidak harus terpaku pada pertimbangan DPR, dimana enam dari sembilan fraksi menolak kebijakan deponeering atau mengenyampingkan perkara pemerasan dan penyalahgunaan wewenang dua pimpinan KPK Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah.
"Tidak ada kewajiban (mengikuti). Itu kan hanya pendapat. Lagi pula bukan DPR saja yang dimintai pendapat, lembaga lain seperti MA (Mahkamah Agung) juga. MA sudah jelas mendukung," ujar praktisi hukum Amir Syamsuddin kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Selasa, 21/12).
Dan kalau mau objektif, tambah mantan Sekjen DPP Partai Demokrat ini, Jaksa Agung lebih baik melihat pertimbangan MA. Karena MA jelas mendasarkan pendapatnya pada pertimbangan hukum.
Populer
Sabtu, 25 April 2026 | 15:43
Sabtu, 25 April 2026 | 05:15
Sabtu, 25 April 2026 | 02:37
Kamis, 23 April 2026 | 12:34
Minggu, 26 April 2026 | 11:05
Kamis, 23 April 2026 | 01:30
Senin, 27 April 2026 | 03:59
UPDATE
Minggu, 03 Mei 2026 | 00:03
Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:45
Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:32
Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:19
Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:51
Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:38
Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:18
Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:48
Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:34
Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:52