Berita

Wawancara

Haryono Umar: Laporan Mahfud & Refly Harun Sama-sama Masuk Penyelidikan

SELASA, 21 DESEMBER 2010 | 06:53 WIB

RMOL. Masyarakat diminta tidak salah persepsi terkait peningkatan penanganan kasus dugaan suap atau dugaan penyuapan di Mahkamah Konstitusi.

“Laporan Mahfud dan Refly Harun itu merupakan satu rang­kaian, itu satu kasus yang saat ini sudah masuk tahap penyelidi­kan,’’ ucap Wakil Ketua KPK, Haryono Umar, kepada Rakyat Merdeka, di Jakarta.

Ketua MK Mahfud MD beserta hakim konstitusi Akil Mochtar melapor ke KPK mengenai per­cobaan penyuapan di lembaga tersebut. Sedangkan Tim Inves­tigasi yang diketuai Refly mela­por­kan ke KPK mengenai du­gaan pemerasan atau dugaan suap di MK.


Haryono selanjutnya mengata­kan, pihaknya tidak memilah-milah pengaduan tersebut. Itu satu kasus. “Tapi ya kita lihat mana yang ada dugaan korupsi­nya,’’ katanya.

Berikut kutipan selengkapnya:

Ada kesan laporan Refly Harun terkait dugaan penyua­pan atau dugaan pemerasan di MK sudah yang masuk penye­li­dikan, sedangkan laporan Mahfud be­lum masuk penyeli­dikan?
Nggak seperti itu. Laporan keduanya itu sebetulnya menjadi satu. Jadi, sama-sama masuk penyelidikan. Kedua laporan itu kita lihat dan kita cari, mana yang ada tindak pidana korupsinya. Nanti kita dalami di penyelidikan. Kita gunakan semuanya untuk penyelidikan itu tidak terpisah-pi­sah itu. Kita hanya melihat kasus itu menjadi satu.

Sudah sejauhmana hasilnya?
Nanti kita lihatlah. Kita tunggu saja. Kalau nanti tidak ketemu alat bukti, tentu tidak dilanjutkan ke penyidikan.

Target penyelesaian kapan?
O, nggak ada target-targetan. Yang namanya penyelidikan, menggunakan bermacam cara untuk mendapatkan minimal dua alat bukti.

Jadi, tidak bisa ditentukan ka­pan selesainya. Yang jelas, ini sa­lah satu prioritas. Jadi, masya­rakat hendaknya ber­­sabar. Biar­kan KPK be­kerja.

Bisa disebutkan kira-kira alat bukti yang mau di­kejar?
Alat bukti itu kan ma­cam-ma­­­­cam. Terdiri dokumen, pe­tun­juk dan keterangan ahli. Sesuai de­ngan KUHAP saja.

Data-data yang dilaporkan tim investigasi MK ke KPK se­perti apa?
Itu tidak boleh diungkapkan. Itu bahan KPK dalam melakukan penyelidikan.

Kira-kira arahnya ke mana?
Walau sudah tahap penyelidi­kan, KPK belum bisa menen­tu­kan arah dugaan tindak pidana korup­sinya. Kita masih bekerja untuk itu. Segala informasi dan data yang bisa menjadi pelengkap per­kara ini masih terus dicari KPK.

Busyro Muqoddas sudah di­lantik menjadi Ketua KPK, apa yang dilakukan pimpinan KPK lainnya?
Tentu diper­kenalkan dulu tu­gas-tugas pim­pi­nan KPK. Kita infor­masikan ke­pada Pak Bu­syro apa-apa yang menjadi tugas dan wewenangnya se­bagai Ketua KPK.

Misalnya apa saja?
Ya, ada banyak informasi yang nantinya harus diketahui. Itu yang kami sampaikan.

Apa termasuk soal kasus-ka­sus yang ditangani KPK?
Tentu. Kasus-kasus yang se­dang ditangani KPK. Kasus apa saja yang sudah masuk ke pe­nyelidikan, penyidikan dan penun­tutan.

Kalau yang di pengaduan masyarakat?
Itu juga.
 
Selama Busyro belum dilan­tik, apa sudah bekerja di KPK?
Belum.

Apa sengaja diundur pelan­tikannya?
Ah, nggaklah. Itu nggak lama kok, kan baru seminggu diserah­kan ke Presiden oleh DPR. Saya dulu malah lebih lama.

Berapa lama?
Kalau nggak salah hampir se­bulan baru dilantik. [RM]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Pelaku Kekerasan Seksual di Gili Trawangan Dibekuk di Bali

Rabu, 29 April 2026 | 16:19

Tak Terlantar Lagi, Keluarga Pasien RSUD Banggai Laut Bisa Pakai Rumah Singgah

Rabu, 29 April 2026 | 16:10

KPK Ungkap Ada yang Ngaku-ngaku Bisa Atur Kasus Bea Cukai

Rabu, 29 April 2026 | 16:09

Update Laka KA di Bekasi Timur: 15 Meninggal, 91 Luka-luka

Rabu, 29 April 2026 | 16:05

Anggota DPRD Jabar Bongkar Dugaan “Mahasiswa Gaib” di Kampus

Rabu, 29 April 2026 | 15:56

PLN Perkuat Posisi Indonesia sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Digital

Rabu, 29 April 2026 | 15:44

5 Kg Sabu Gagal Dikirim ke Solo dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 15:42

Kemenhaj Gerak Cepat Tangani Kecelakaan Bus Jemaah Haji di Madinah

Rabu, 29 April 2026 | 15:37

PT KAI Harus Perkuat Sistem Peringatan Dini untuk Cegah Kecelakaan

Rabu, 29 April 2026 | 15:27

Prabowo Tegaskan RI Negara Paling Aman: yang Mau Kabur, Kabur Aja!

Rabu, 29 April 2026 | 15:25

Selengkapnya