RMOL. Partai pendukung pemerintah yang tergabung dalam sekretariat gabungan masih mengkaji Rancangan Undang Undang Keistimewaan Jogjakarta.
"Kan masih mencari formula yang paling pas, seperti apa kira-kira. (Aspirasi) masyarat Jogja kita harus perjuangakan aspirasinya. Tetapi juga dari sisi pemerintah, harus mencari solusi terbaik lah," ujar Ketua Fraksi PKB Marwan Jafar kepada Rakyat Merdeka Online tadi pagi (Senin, 20/12).
Karena itu, Setgab SBY belum memiliki pandangan kesepakatan soal keistimewaan Jogjakarta tersebut.
"Belum, semua kan masih dalam pembicaraan, masih dalam diskusi. Itu kan selama ini kita belum membaca seluruh draf itu. Kan drafnya baru diserahkan kemarin. Kita harus pelajari draf dari pemerintah itu. Ada tahap sosialisasi toh. Karena kan selama ini masih meraba-raba," ungkap dia.
Apakah pembentukan tim kecil oleh Setgab untuk menyatukan pendapat partai-partai yang tergabung dalam Setgab? "Ya ini kan bukan dalam pengertian soal menyatukan atau tidak menyatukan. Ini kan diskusi dulu. Berinteraksi dulu," jawab politisi muda ini.
Meski begitu, dia tidak menampik bila partai-partai yang tergabung dalam Setgab akan mencapai kesepakatan sebelum RUU Keistimewaan Jogjakarta dibahas di DPR. "Bisa, mungkin, sangat mungkin," ujar Marwan Jafar.
Namun, saat ditanya apakah kesepakatan itu berbeda dengan pemerintah atau sama dengan pemerintah, Marwan enggan menjawab. "Belum bicara itu. Masih terlalu spekulatif," pungkas Marwan.
[zul]