Berita

Andai Saja Ruhut di DPR Saat Gamawan Disuruh Turun

JUMAT, 17 DESEMBER 2010 | 10:44 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Sidang Paripurna DPR kemarin yang dihadiri Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi sedikit agak 'rusuh'. Dalam sidang itu, Gamawan disuruh turun dari diinterupsi saat memberikan pandangan.

Sedangkan Gamawan, yang ingin memberi penjelasan terkait dengan apa yang diinterupsikan tidak diperbolehkan. Saat itu, Gamawan 'dicerca' terkait dengan Rancangan Undang Undang Keistimewaan Jogjakarta.

Juru Bicara partai Demokrat menyesalkan hal tersebut. Namun, dia hanya bisa menyesal. Karena pada saat yang sama, dia tidak berada di Gedung DPR. Saat itu, Ruhut di Maluku untuk menghadiri acara keagamaan.


"Sayang kemarin saya ada acara keagamaan di Maluku. Kalau nggak, saya akan bela Menteri Dalam Negeri. Aria Bima boleh bicara. kok giliran Menteri Dalam Negeri tidak dibolehkan. Saya sesalkan Pramono Anung, sebagai pimpinan," ujar Ruhut kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Jumat, 17/12).

Ruhut menuding Aria Bima yang juga anggota Fraksi PDI Perjuangan telah melanggar etika DPR karena tidak menghormati tamu.

"Kita nggak boleh interupsi seenaknya. Ada apa ini? Saya sesalkan ini. Ini menunjukkan PDI Perjuangan semakin kalap. Takut kalah menghadapi Partai Demokart 2014," tegas dia.

Tak hanya itu, Ruhut juga memberi catatan atas anggota DPRD Jogjakarta yang menyampaikan pandangan saat sidang paripurna DPRD Senin lalu.

"Dan lihat waktu di Jogja, saat pemandangan DPRD tingkat I dari PDI Perjuangan itu juga tidak mencerminkan etikanya orang Jogja. Coba, mereka menghina-hina pemerintah, menghina SBY dengan gaya sinis. Apa dia lupa sebagai wakil rakyat," kesal anggota Komisi III DPR ini. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

NATO Turun Gunung Usai Trump Mau Tarik 5 Ribu Pasukan dari Jerman

Minggu, 03 Mei 2026 | 00:03

Komdigi Dorong Sinergi Penegakan Hukum Ruang Digital

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:45

Wamenkeu soal Purbaya Masuk RS: Insya Allah Sehat, Doakan Saja!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:32

Negosiasi Berjalan Buntu, Trump Tuding Iran Tidak Punya Pemimpin Jelas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:19

Pernyataan Amien Rais di Luar Batas Kritik Objektif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:51

Sekolah Tinggi, Disiplin Rendah: Catatan Hardiknas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:38

Aktivis 98: Pernyataan Amien Rais Tidak Cerminkan Intelektual

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:18

Wakil Wali Kota Banjarmasin Dinobatkan Sebagai Perempuan Inspiratif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:48

KAI Pasang Pemasangan Palang Pintu Sementara di Perlintasan Jalan Ampera

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:34

Paguyuban Tak Pernah Ideal, Tapi Harus Berdampak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:52

Selengkapnya