Berita

Ichlasul Amal/ist

Ichlasul Amal: Saya Tidak Menyesal Membandingkan Peristiwa Jogja dengan PKI

KAMIS, 16 DESEMBER 2010 | 08:16 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Guru besar Ilmu Politik Universitas Gajah Mada, Ichlasul Amal, menerima banyak telepon dan pesan singkat dari masyarakat yang mempertanyakan pernyataannya soal demo ribuan masyarakat Jogjakarta Selasa lalu yang dimuat Rakyat Merdeka Online dengan judul, Mantan Rektor UGM Heran Kenapa Keraton Pakai Cara PKI.

"Saya dapat telepon dan SMS, saya ditanyai macam-macam, berapa banyak dapat proyek dari pemerintah, apa-apa," ujar Ichlasul kepada saat dihubungi Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Kamis, 16/12).

Kepada orang yang menanyakan itu, Ichlasul Amal menegaskan, bahwa dirinya saat ini adalah seorang begawan yang sehari-hari mengajar di kampus. Jadi tidak punya proyek sama sekali. "Nggak ada yang kasih uang sama saya. Kalau ada yang kasih, ya mau juga," katanya sambil tertawa.


Dia sendiri tidak menyesalkan atas apa yang ia sampaikan itu. Karena dia mengatakan itu berdasarkan dari pengalamannya pada masa Partai Komunis Indonesia dulu, saat dia masih duduk di bangku kuliah. "Itu Cuman pengalaman saya, yang membuat fait accompli itu yang saya tidak setuju," tegas dia.

Namun, dia sedikit menyesalkan atas pembuatan judul dari dari berita tentang pernyataannya itu. Menurutnya, judul itu lah yang semakin membuat orang terasa tersakiti.  

"Saya tidak menyesal. Tapi judulnya itu yang banyak menyakitkan orang, ha ha ha. Apalagi ditulis mantan Rektor UGM. Kalau mantan Ketua Dewan Pers nggak apa-apa," katanya lagi sambil sambil tertawa.

Sebelum diwawancarai pada Senin malam lalu, dia mengatakan sempat bertanya kenapa dirinya yang dipilih untuk mengomentari peristiwa itu. Dia akhirnya mau memberikan pendapat, setelah wartawan mengatakan, dia merupakan orang yang netral dalam masalah Jogjakarta. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

NATO Turun Gunung Usai Trump Mau Tarik 5 Ribu Pasukan dari Jerman

Minggu, 03 Mei 2026 | 00:03

Komdigi Dorong Sinergi Penegakan Hukum Ruang Digital

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:45

Wamenkeu soal Purbaya Masuk RS: Insya Allah Sehat, Doakan Saja!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:32

Negosiasi Berjalan Buntu, Trump Tuding Iran Tidak Punya Pemimpin Jelas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:19

Pernyataan Amien Rais di Luar Batas Kritik Objektif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:51

Sekolah Tinggi, Disiplin Rendah: Catatan Hardiknas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:38

Aktivis 98: Pernyataan Amien Rais Tidak Cerminkan Intelektual

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:18

Wakil Wali Kota Banjarmasin Dinobatkan Sebagai Perempuan Inspiratif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:48

KAI Pasang Pemasangan Palang Pintu Sementara di Perlintasan Jalan Ampera

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:34

Paguyuban Tak Pernah Ideal, Tapi Harus Berdampak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:52

Selengkapnya