Berita

presiden sby/ist

NAMA ICAL DICEMARKAN?

Inilah Solusi Yudi Latif Setelah SBY-Ical Saling 'Mengunci'

SELASA, 14 DESEMBER 2010 | 10:46 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Dalam kasus mafia pajak, Gayus Tambunan mestiya menjadi public enemy oleh aparatur penegak hukum dan masyarakat.

"Tapi dalam kasus Indonesia, yang jadi public enemy tidak bisa hanya Gayus,karena otoritas-otoritas penegak hukumnya juga bagian dari masalah. Ini juga harus menjadi public enemy. Saya bilang begitu," ujar pengamat politik Yudi Latif kepada Rakyat Merdeka Online (Selasa, 14/12).

Yudi mengatakan hal itu mengklarifikasi apa yang telah ia ungkapkan pada sebuah talk show di Metro TV pada Jumat lalu. Pernyataan Yudi pada talk show itu yang membuat dirinya dilaporkan oleh kader Golkar karena dinilai mencemarkan nama baik Aburizal Bakrie.


Yudi sebelumnya mengatakan, secara politik kasus Gayus Tambunan tidak bisa diselesaikan karena disinyalir Susilo Bambang Yudhoyono dan Ical saling mengunci dan menyandera. Pada waktu itu, Yudi memberikan dua solusi.

"Cara penyelesaian secara politik adalah pertama kontrol dari kekuatan masyarakat sipil. Dan itu harus ada gerakan kolektif kampus-kampus untuk mengawal kasus itu dan kasus-kasus kejahatan ekonomi lain, supaya dipaksa untuk memperhatikan itu," terang dia.

Kedua solusi lewat kontrol eksternal. Maksudnya, dengan melibatkan lembaga Hak Asasi Manusia internasional untuk mengontrol pentuntasan kasus Gayus tersebut.

"Makanya, saya kritik juga LSM (pegiat HAM) yang biasanya standar ganda. Karena biasanya yang menyangkut hak sipil dan politik, (mereka) bereaksi. Tapi yang menyangkut pelanggaran ekonomi sosial budaya, sering radar kepekaannya tidak jalan. Padahal itu sama-bentuk kejahatan. Itu yang saya sampaikan," demikian Yudi. [zul] 

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

NATO Turun Gunung Usai Trump Mau Tarik 5 Ribu Pasukan dari Jerman

Minggu, 03 Mei 2026 | 00:03

Komdigi Dorong Sinergi Penegakan Hukum Ruang Digital

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:45

Wamenkeu soal Purbaya Masuk RS: Insya Allah Sehat, Doakan Saja!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:32

Negosiasi Berjalan Buntu, Trump Tuding Iran Tidak Punya Pemimpin Jelas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:19

Pernyataan Amien Rais di Luar Batas Kritik Objektif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:51

Sekolah Tinggi, Disiplin Rendah: Catatan Hardiknas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:38

Aktivis 98: Pernyataan Amien Rais Tidak Cerminkan Intelektual

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:18

Wakil Wali Kota Banjarmasin Dinobatkan Sebagai Perempuan Inspiratif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:48

KAI Pasang Pemasangan Palang Pintu Sementara di Perlintasan Jalan Ampera

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:34

Paguyuban Tak Pernah Ideal, Tapi Harus Berdampak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:52

Selengkapnya