Berita

SIDANG RAKYAT JOGJA

Lihat Demo di Jogja, Ruhut Teringat Tari Genjer-genjer Tahun 1965

SELASA, 14 DESEMBER 2010 | 09:57 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Juru Bicara DPP Partai Demokrat Ruhut Sitompul menanggapi sinis demonstrasi ribuan masyarakat Jogjakarta kemarin yang menuntut agar Sri Sultan HB X ditetapkan sebagai gubernur. Melihat aksi itu, Ruhut mengaku teringat dengan persitiwa tahun 1965.

"Lihat demo kemarin aku ingat waktu tari genjer-genjer waktu di Halim tahun 1965. Seperti orang tari genjer-genjer tahun 1965," ujar Ruhut kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Selasa, 14/12).

Ruhut mengatakan orang Jogja itu sopan-sopan. Bayangkan, kata Ruhut, orang Jogja bila kakinya diinjak, dia sendiri yang minta maaf. Nah kemarin itu, kata Ruhut, tidak ada seperti orang Jogja yang sopan.


"Mereka semua memaksakan kehendak. Contoh kecilnya, mereka pasang spanduk, SBY sama dengan Sumber Bencana Yogya. Itu memaksakan kehendak. Mana ada SBJ," kata Ruhut.

Ruhut sendiri miris dengan sikap Sultan yang membiarkan massa tumpah ke jalan. Dia menengarai Sultan tidak sadar telah dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok tertentu.

"Sadar nggak sih Sultan ini. Dia itu telah dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok yang tidak siap kalah di Pemilu. Siapa lagi kalau bukan Golkar dan PDI Perjuangan," tuding Ruhut.
 
Soal jumlah massa yang begitu banyak, Ruhut tidak memperdulikan. Karena dia yakin, masih banyak massa Jogja yang tidak ikut demonstrasi.

"Aku tanya kau, berapa kira-kira yang demo kemarin. Taruklah 10 ribu. Penduduk Jogja yang ikut Pemilu lalu 5 juta. Berarti masih banyak yang tidak ikut dan itu pendukung Pak SBY dan Partai Demokrat," ucap Ruhut bangga. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

NATO Turun Gunung Usai Trump Mau Tarik 5 Ribu Pasukan dari Jerman

Minggu, 03 Mei 2026 | 00:03

Komdigi Dorong Sinergi Penegakan Hukum Ruang Digital

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:45

Wamenkeu soal Purbaya Masuk RS: Insya Allah Sehat, Doakan Saja!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:32

Negosiasi Berjalan Buntu, Trump Tuding Iran Tidak Punya Pemimpin Jelas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:19

Pernyataan Amien Rais di Luar Batas Kritik Objektif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:51

Sekolah Tinggi, Disiplin Rendah: Catatan Hardiknas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:38

Aktivis 98: Pernyataan Amien Rais Tidak Cerminkan Intelektual

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:18

Wakil Wali Kota Banjarmasin Dinobatkan Sebagai Perempuan Inspiratif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:48

KAI Pasang Pemasangan Palang Pintu Sementara di Perlintasan Jalan Ampera

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:34

Paguyuban Tak Pernah Ideal, Tapi Harus Berdampak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:52

Selengkapnya