RMOL. Beberapa kader Partai Golkar kemarin melaporkan Yudi Latif karena diduga telah mencemarkan nama baik Aburizal Bakrie. Yudi dituding telah membawa-bawa nama Ical, dalam sebuah talk show di Metro TV Jumat lalu, soal kasus mafia pajak Gayus Tambunan.
Yudi Latif mengakui bahwa dalam talk show itu dia menyebut nama Ical. Namun, dia mengatakan, saat itu dirinya diminta untuk memberikan solusi secara politik terkait penanganan kasus Gayus Tambunan.
"Karena kan saya ditanya untuk kasus Gayus dari (solusi) segi politiknya. Bukan hanya kasus Gayus tapi banyak kasus-kasus sejenislah, kasus-kasus penggelapan, kasus-kasus pengemplangan, bagaimana supaya dibongkar secara tuntas solusi kan itu," ujar Yudi kepada Rakyat Merdeka Online (Senin, 13/12).
Pada saat itu, dia mengatakan untuk menemukan solusi politik dalam menyelesaikan kasus Gayus Tambunan ini susah. Karena dalam waktu yang bersamaan, antar otoritas di politik saling mengunci dan menyandera. "Saya bilang memang kuncinya untuk membongkar kasus Gayus itu ada di dua nama, yaitu pertama SBY dan kedua Ical. Ingat ini solusi politik ya," terang Yudi lagi mengulangi apa yang ia sampaikan pada Jumat lalu.
Kenapa SBY, lanjut Yudi, karena sebagai Kepala Negara, SBY membawahi Kejaksaan dan Kepolisian. Kalau SBY punya komitmen politik dan punya kemauan politik, dia bisa memerintahkan Kejaksaan dan Kepolisian mengusut kasus itu sampai tuntas.
"Tapi Jangan diharapkan SBY mau, karena dia sendiri memang punya masalah, ada sangkutan dengan Centruy yang juga masih dalam proses," ungkap dia.
Terkait dengan Ical, lanjut Yudi, menurutnya penting untuk disebut. Karena nama Ical ada kaitannya dengan PT BUMI Recources, PT Arutmin, PT Kaltim Prima Coal yang disebut Gayus telah memberikan uang kepadanya.
"Itu berdasarkan pengakuan Gayus di Pengadilan. Ketiga perusahaan itu apa pun punya kaitan dengan Aburizal Bakrie. Dan Aburizal Bakrie, apa pun, sebagai pemimpin dari satu partai besar yang punya pengaruh di dalam politik, punya posisi tawar-menawar politik yang tinggi," ungkap dia lagi.
"Nah dari sisi Ical, ada konflik
interest, kalau dia secara politik ingin mendorong kasus gayus dibongkar, ada konflik
interest. Jadi saya bilang, dari Ical tidak mungkin lah punya kemauan politik mendorong pemerintah untuk melakukan pengusutan itu," beber Yudi.
Karena saling menyandera itu, Yudi kemudian berkesimpulan bahwa tidak ada solusi secara politik karena terjadi
deadlock. "Itu sebenarnya argumen saya begitu. Ical itu disebut dalam kaitan dengan solusi politik dan kaitannya dengan Gayus. Dimana mencemarkannya," demikian Yudi.
[zul]