Berita

prabukusmo kembalikan kta/ist

MUSDA DEMOKRAT JOGJA

Hadinagoro: Jangan Kaget Kader Demokrat Lempar KTA

SENIN, 13 DESEMBER 2010 | 07:22 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Penunjukkan Angelina Sondakh sebagai Pelaksana Tugas Ketua Umum Partai Demokrat Jogjakarta menggantikan Prabukusumo dinilai kurang tepat. Karena mantan putri Indonesia itu tidak memiliki kaitan dengan Jogja.

Mestinya, untuk sementara, jabatan ketua umum dirangkap Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum.

"Mereka (Demokrat) pikir (Angelina Sondakh) bisa mengadem-ademkan orang Jogja. Tadi (kemarin) saya dapat informasi dari Jogja orang tambah marah malahan. Dalam pandangan saya ini kurang pas. Dalam situasi begini, mengapa tidak dirangkap sajalah oleh ketua umumnya. Nanti  baru ketua umumnya menunjuk siapa di Musda. Apalagi ketua umum (Anas) mantunya orang Jogja," ujar orang dekat Prabukusumo, Sasmito Hadinagoro.


Sasmito yang dihubungi Rakyat Merdeka Online kemarin ini mengaku sebenarnya tidak berkompeten mengomentari soal Partai Demokrat. Meski begitu dia tetap memberikan penilain. Dia melihat ada kemungkinan lain dibalik penjukkan Angelina Sondakh itu untuk situasi Jogja saat ini.

"(Dengan penunjukkan Angelina ini), mungkin Tuhan membuat situasi itu jadi lebih panas. Jadi orang Jogja merasa terhina. Makanya, kalau 22 Desember nanti pas waktu Musda, ada orang ramai-ramai kembalikin KTA (kartu tanda anggota) dalam tas kresek hitam di-uncal-kan (dilemparkan) ke ketuanya, jangan kaget," tebaknya.

Sekjen Asosiasi Pembayar Pajak Indonesia ini mengaku tidak sedang memprovokasi. Tapi dia menduga hal itu akan terjadi.

"Ini bukan saya provokasi. Saya mempunyai dugaan. Orang Jawa itu jangan dikira-kira kalau sudah nggeh-nggeh, lalu diam. Orang Jawa itu kalau sudah diinjak itu marahnya lebih marah dari Batak," dalih Sasmito.

Bukankan kebijakan Rancangan Undang Undang Keistimewaan Jogjakarta direstui oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang merupakan orang Jawa juga?

"Saya tidak mengatakan Pak SBY membuat masalah. Tapi inner circle-nya Pak SBY bukan orang Jawa. Ada orang Palembang, Padang, orang Makassar, maaf ya saya bukan membuat dikotomi ya," katanya lagi. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

NATO Turun Gunung Usai Trump Mau Tarik 5 Ribu Pasukan dari Jerman

Minggu, 03 Mei 2026 | 00:03

Komdigi Dorong Sinergi Penegakan Hukum Ruang Digital

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:45

Wamenkeu soal Purbaya Masuk RS: Insya Allah Sehat, Doakan Saja!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:32

Negosiasi Berjalan Buntu, Trump Tuding Iran Tidak Punya Pemimpin Jelas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:19

Pernyataan Amien Rais di Luar Batas Kritik Objektif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:51

Sekolah Tinggi, Disiplin Rendah: Catatan Hardiknas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:38

Aktivis 98: Pernyataan Amien Rais Tidak Cerminkan Intelektual

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:18

Wakil Wali Kota Banjarmasin Dinobatkan Sebagai Perempuan Inspiratif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:48

KAI Pasang Pemasangan Palang Pintu Sementara di Perlintasan Jalan Ampera

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:34

Paguyuban Tak Pernah Ideal, Tapi Harus Berdampak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:52

Selengkapnya