Berita

Suparman Marzuki Dinilai Layak Pimpin KY

JUMAT, 10 DESEMBER 2010 | 18:34 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Perebutan siapa yang bakal menjadi ketua Komisi Yudisial (KY) periode 2010-2015 semakin ketat. Kalangan DPR dan pemerhati hukum mengusulkan calon ketua yang akan menggantikan Busyro Muqoddas harus anggota yang independen.

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Persatuan dan Pembangunan (FPPP) Ahmad Yani menilai Suparman Marzuki adalah figur muda yang punya integritas tinggi selama berkiprah di dunia hukum. Karena itu, jika nanti internal KY menghendaki ketuanya bukan dari figur yang berlatar belakang hakim, maka Suparman adalah figur tepat.

"Beliau sudah berpengalaman di internal KY sehingga layak menjadi ketua," kata Ahmad Yani di Jakarta hari ini (Jumat, 10/12).


Yani memaparkan, Suparman memiliki pengalaman tiga tahun menjadi advisor KY. Selain itu, Suparman juga salah satu tim penyusun blue print KY. Karena kemampuan dan argumentasi saat fit and proper test banyak anggota Komisi III DPR yang mengapresiasinya. "Dari apa yang dipaparkan, dia juga memiliki leadership," ungkapnya.

Namun demikian, Yani menyerahkan sepenuhnya ke internal KY untuk memilih siapa yang paling layak. Yang jelas, kata dia, siapapun yang menjadi Ketua KY nanti lembaga tersebut harus diberikan kewenangan agar tidak seperti macan ompong.

Saat ini, dua nama kuat yang bakal menjadi Ketua KY adalah Abas Said, dari unsur Hakim dan Pakar Hukum UII dan Suparman Marzuki, mantan staf ahli KY.

Peneliti Pukat UGM, Hifdzil Alim menilai siapa yang bakal menjadi Ketua KY akan mempengaruhi bagaimana lembaga tersebut ke depan. Jika ketua terpilih tidak tepat, maka semangat untuk menguatkan KY sebagai lembaga yang menjaga wibawa peradilan akan mengecewakan.

Untuk itu, dia menyarankan kepada tujuh komisioner KY untuk benar-benar tepat dalam menentukan siapa yang pas untuk menduduki kursi pimpinan. "Kalau ketuanya adalah orang yang pernah digosipkan terima suap, juga pernah ikut berperan menggebiri kewenangan KY, maka upaya untuk menguatkan KY tidak akan berhasil," kata Hifdzil kemarin.

Dia mengungkapkan, setidaknya untuk menjadi ketua harus memenuhi unsur integritas, berani, dan kebal intervensi politik dan lembaga hukum lainnya. "Kalau dari unsur hakim, saya kira tidak akan kebal ketika ada intervensi dari Mahkamah Agung (MA) ketika menangani pengaduan," jelasnya.

Hifdzil memberikan preferensi bahwa satu di antara tujuh yang terpilih sudah memiliki pengalaman membantu KY sebagai staf ahli dan juga secara akademis punya kemampuan yang memadai.

"Jadi tanpa harus menyebut nama, saya pikir siapa figur yang tepat sudah terbaca publik jika memang semangatnya adalah mengembalikan wibawa KY," jelasnya.

Diketahui, komisi III DPR telah memilih 7 anggota KY periode 2010-2015. Mereka adalah Eman Suparman yang merupakan pengajar di Universitas Padjajaran Bandung, dari kalangan hakim agung Abbas Said, mantan anggota DPR dari Partai Kebangkitan Bangsa Imam Anshari Saleh, mantan staf ahli MK Taufiqurrahman Syahuti, dosen Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia Suparman Marzuki, Jaja Ahmad Jayus, dan Dosen Universitas Muslim Indonesia Ibrahim. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Iran Sodorkan 14 Syarat Damai yang Harus Dipenuhi AS

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:59

KPK Soroti Aset Mangkrak Rp27,5 Triliun di Sulsel

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:20

Ribuan Jemaah Haji Bertahap Bergerak dari Madinah ke Makkah

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:14

Ratas Hambalang, Prabowo Matangkan Agenda Pendidikan hingga Hilirisasi Nasional

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:51

Mahasiswa Didorong Kembali jadi Kekuatan Pengontrol Sosial

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:39

Update harga BBM Terbaru di SPBU Pertamina, BP, hingga Vivo

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:27

Perpres Ojol Bawa Angin Segar Bagi Pengemudi Online

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:20

Pemerataan Pendidikan Kunci Wujudkan Indonesia Emas 2045

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:14

Amien Rais Sebaiknya Segera Klarifikasi

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:46

Publik Nantikan Aksi Nyata Dudung Bereskan Masalah MBG

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:36

Selengkapnya