Berita

presiden sby/ist

SBY Terancam Kehilangan Muka

KAMIS, 09 DESEMBER 2010 | 09:52 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Adik Sri Sultan Hamengku Buwono X, Gusti Bendoro Pangeran Haryo Prabukusumo, tidak mau melawan pendapat rakyat Jogjakarta dalam hal keistimewaan Jogjakarta. Karena itulah dia memutuskan keluar dari Partai Demokrat.

"Saya rasa adik Sultan betul. Karena dia tidak mau berbeda dengan pendapat rakyat Jogja. Rakyat Jogja kan minta langsung ditetapkan sedangkan pemerintah dan elit politik di Jakarta ingin pemilihan. Itu betul adik Sultan. Mending dia ribut dengan pemerintah daripada dengan rakyat," kata pengamat politik Iberamsyah kepada Rakyat Merdeka Online (Kamis, 9/12).

Selain itu, masih kata Iberamsyah, keinginan pemerintah agar gubernur dan wakil gubernur Jogjakarta dipilih secara demokratis juga merupakan penghinaan terhadap sejarah Keraton Jogjakarta. Karena itu, Prabukusumo merasa tersinggung.


"Kalau yang menyinggung adiknya Sultan saya rasa, karena SBY mengingkari masalah sejarah Jogja ini. Dia tersinggung sekali. Bukannya hanya dia, tapi semua rakyat Jogja," jelas dia.

Iberamsyah menyesalkan sikap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Dia menilai Presiden SBY tidak punya sikap alias plin-plan.

"Di salah satu pidatonya, dia (SBY) mengatakan akan mendengarkan aspirasi rakyat Jogja. Di lain pihak, dia juga mendengarkan pembantunya, seperti Mendagri Gamawan Fauzi, harus ada pemilihan. Itu kan namanya sikap plin-plan yang tidak karuan, itu bukan sikap pemimpin," tegas Iberamsyah.

Bila tetap memaksakan RUU Keistimewaan itu dimasukkan ke DPR, Iberamsyah yakin, SBY akan kehilangan muka. Karena partai-partai politik umumnya menolak RUU tersebut. "Karena Partai tidak mau melawan rakyat Jogja. Akhirnya nanti SBY akan kehilangan muka sendiri. RUU ditolak, dimana harga diri Presiden," demikian Iberamsyah. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

NATO Turun Gunung Usai Trump Mau Tarik 5 Ribu Pasukan dari Jerman

Minggu, 03 Mei 2026 | 00:03

Komdigi Dorong Sinergi Penegakan Hukum Ruang Digital

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:45

Wamenkeu soal Purbaya Masuk RS: Insya Allah Sehat, Doakan Saja!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:32

Negosiasi Berjalan Buntu, Trump Tuding Iran Tidak Punya Pemimpin Jelas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:19

Pernyataan Amien Rais di Luar Batas Kritik Objektif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:51

Sekolah Tinggi, Disiplin Rendah: Catatan Hardiknas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:38

Aktivis 98: Pernyataan Amien Rais Tidak Cerminkan Intelektual

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:18

Wakil Wali Kota Banjarmasin Dinobatkan Sebagai Perempuan Inspiratif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:48

KAI Pasang Pemasangan Palang Pintu Sementara di Perlintasan Jalan Ampera

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:34

Paguyuban Tak Pernah Ideal, Tapi Harus Berdampak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:52

Selengkapnya