Berita

presiden sby/ist

RUU JOGJAKARTA

Nasdem Cium Agenda Asing di Balik Kengototan SBY

RABU, 08 DESEMBER 2010 | 10:50 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Kengototan Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono agar Gubernur dan Wakil Gubernur Jogjakarta dipilih secara demokratis, yang tertuang dalam rancangan Undang Undang Jogjakarta dinilai sebagai bagian dari upaya untuk melapangkan jalan bagi agenda neoliberalisme di Indonesia.

Menurut Wakil Seketaris Jenderal PP Nasional Demokrat Melki Laka Lena, agenda neolib diselipkan dalam banyak urusan. Dan agenda neolib, sambung dia, bisa berjalan ketika sistem politik, ekonomi, dan budaya itu berada pada situasi dan bentuk yang sama.

"Budaya satu bangsa itu mampu mencegah terjadinya percepatan agenda neolib. Menurut saya, sistem demokrasi kita, yang andai kata saja menapikan Jogjakarta, itu mengancam keindonesiaan kita, mengancam kebhinekaan kita, dan itu mempermudah Indonesia menjadi bagian dari kepentingan global," ujarnya kepada Rakyat Merdeka Online.


"Agenda untuk membuat RUU DIY dengan model Pemilu patut kita duga, dan patut kita curigai itu agenda-agenda untuk membuat semangat  Indonesia ini semakin melawan Pancasila, melawan semangat keindonesiaan. Mendemokratisasi suatu negara dengan bukan karakter lokal, para pejuang-pejuang itu sebenarnya sedang menjalankan misi-misi agenda asing," sambung Melki.
 
Melki tidak sepakat bila Indonesia menerapkan begitu saja sistem demokrasi yang ada di Barat dengan tidak mengindahkan budaya lokal. Indonesia, terangnya, merupakan negara yang terdiri dari berbagai pulau dan latar belakang serta adat istiadat lainnya.

Melki juga mempertanyakan sistem demokrasi yang lebih mengedepankan sistem kompetisi atau pemilihan. Karena dalam banyak hal, demokrasi justu tidak menghasilkan hal yang positif.

"Neolib ini lebih mementingkan kompetisi daripada keadilannya. Kemudian sistem politik kita, aspek musyawarah mufakat sudah hilang dalam sistem politik kita. Coba lihat sekarang, orang tidak perlu lagi bermusyawarah, langsung voting. Itu agenda-agenda neolib model begitu, akhirnya Indonesia hari ini, ekonominya, budayanya, politiknya melawan Pancasila, melawan semangat Keindonesian kita," katanya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Iran Sodorkan 14 Syarat Damai yang Harus Dipenuhi AS

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:59

KPK Soroti Aset Mangkrak Rp27,5 Triliun di Sulsel

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:20

Ribuan Jemaah Haji Bertahap Bergerak dari Madinah ke Makkah

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:14

Ratas Hambalang, Prabowo Matangkan Agenda Pendidikan hingga Hilirisasi Nasional

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:51

Mahasiswa Didorong Kembali jadi Kekuatan Pengontrol Sosial

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:39

Update harga BBM Terbaru di SPBU Pertamina, BP, hingga Vivo

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:27

Perpres Ojol Bawa Angin Segar Bagi Pengemudi Online

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:20

Pemerataan Pendidikan Kunci Wujudkan Indonesia Emas 2045

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:14

Amien Rais Sebaiknya Segera Klarifikasi

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:46

Publik Nantikan Aksi Nyata Dudung Bereskan Masalah MBG

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:36

Selengkapnya