Berita

Syafii Maarif/ist

SYAFII DISUAP ICAL?

Jubir Benarkan Buya Syafii Numpang di Apartemen Rasuna

RABU, 08 DESEMBER 2010 | 09:23 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif gerah dengan pemberitaan tabloid Suara Islam edisi 19 November-3 Desember. Disitu disebutkan bahwa Buya Syafii menerima hadiah apartemen dari Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie senilai Rp 2 miliar.

Tujuannya agar Buya Syafii tidak lagi kritis terhadap kasus lumpur Lapindo di Sidoarjo. "Sumber mereka (Suara Islam) mengatakan sehingga Syafii tidak lagi kritis terhadap Lumpur Lapindo," ujar Direktur Eksekutif Maarif Institute Fajar Rija Ul Haq kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Rabu, 8/12).

Namun yang disayangkan, lanjut Fajar, Suara Islam tidak menkonfirmasi kepada Buya Syafii mengenai hal tersebut. Meski begitu, dalam pemberitaan itu, terang Fajar, Suara Islam mengaku sudah meminta wawancara, tapi Buya Syafii menolak.


"Saya tanya ke Buya apakah ada yang minta wawancara tidak ada. Memang ada wawancara yang ditolak, tapi kalau mau wawancara soal suap-menyuap, pasti tidak ada. Buya tidak pernah dikonfirmasi," tegas mantan aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadyah ini.

Fajar memang mengakui, bahwa setiap berada di Jakarta, Buya Syafii, yang tinggal di Jogjakarta ini numpang di Apartemen Rasuna di kawasan Jakarta Selatan untuk menginap. Selain tentunya sesekali Buya Syafii menginap di kantor Maarif Institute di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Apartemen tersebut milik tokoh Gerakan Tutup Lapindo, Dedi Julianto.

"Itu bukan milik Buya Syafii. Apartemennya juga tidak sampai harga Rp 2 miliar. Harganya sekitar Rp 450 juta yang dibeli dua tahun lalu," terang dia.

Karena itu, Fajar menegaskan, Suara Islam keliru dengan mengatakan Buya Syafii tidak kritis lagi terhadap kasus lumpur Lapindo. Buya tetap punya sikap bahwa lumpur Lapindo adalah bencana kemanusiaan, bukan bencana alam. Karena itu, Buya Syafii tetap menuntut agar Ical bertanggung jawab. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Iran Sodorkan 14 Syarat Damai yang Harus Dipenuhi AS

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:59

KPK Soroti Aset Mangkrak Rp27,5 Triliun di Sulsel

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:20

Ribuan Jemaah Haji Bertahap Bergerak dari Madinah ke Makkah

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:14

Ratas Hambalang, Prabowo Matangkan Agenda Pendidikan hingga Hilirisasi Nasional

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:51

Mahasiswa Didorong Kembali jadi Kekuatan Pengontrol Sosial

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:39

Update harga BBM Terbaru di SPBU Pertamina, BP, hingga Vivo

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:27

Perpres Ojol Bawa Angin Segar Bagi Pengemudi Online

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:20

Pemerataan Pendidikan Kunci Wujudkan Indonesia Emas 2045

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:14

Amien Rais Sebaiknya Segera Klarifikasi

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:46

Publik Nantikan Aksi Nyata Dudung Bereskan Masalah MBG

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:36

Selengkapnya