Berita

foke/ist

Foke Sudah Beri Sinyal, Ungkap Kejanggalan di Balik Pajak Warteg!

SENIN, 06 DESEMBER 2010 | 10:41 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Pemberlakuan pajak restoran dan rumah makan terhadap warteg dikarenakan jenis usaha ini sudah masuk dalam prasyarat objek pajak yang diatur dalam UU 28/2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

Dari sisi politis, rencana Pemprov DKI Jakarta menetapkan pajak untuk warung Tegal (warteg) yang beromzet Rp 60 juta per tahun sangat merugikan citra Gubernur Fauzi Bowo, biasa disebut Foke. Bayangkan, saat ini berapa puluh ribu pelaku usaha warteg di kawasan DKI Jakarta yang menganggap Pemprov di bawah pimpinannya tidak berpihak pada rakyat kecil.

Namun, pengamat parlemen, Tom Pasaribu, mengajak masyarakat untuk lebih jernih melihat sumber persoalan.


Menurut Tom, permasalahan yang tidak boleh dilupakan adalah mengapa DPRD DKI Jakarta menyetujui warteg dikenakan pajak. Bahkan, DPRD DKI telah menetapkan, warteg menjadi wajib pajak dan akan berlaku mulai 1 Januari 2011 mendatang.

Setelah isu ini marak di media massa, Gubernur malah sempat menyatakan, penetapan pajak 10 persen untuk warung makan belum diketahuinya.

"Laporan belum saya terima. Saya mendengar itu ke permukaan dan akan meminta laporan secara terintegrasi dari Kepala Dinas Pelayanan Pajak. Karena sampai saat ini saya belum terima laporan. Saya tidak akan mengambil keputusan yang tidak berpihak kepada orang kecil. Saya belum menerima laporan dan belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut," beber Fauzi Bowo di Balaikota DKI, Jumat (3/12).

Tom mengatakan, ada yang ganjil dari pernyataan Foke. Perlu melihat persoalan secara komprehensif karena DPRD DKI Jakarta sendiri harus dipertanyakan keberpihakannya pada rakyat.

"Perda-Perda yang sangat urgen bagi rakyat sampai sekarang macet pembahasannya di DPRD," tegasnya.

Ia juga mengaku prihatin bahwa posisi DPRD DKI saat ini cacat hukum karena Tatib DPRD sudah tidak aktif sejak Desember 2010. Persoalan lain di DPRD adalah hingga kini belum ada penetapan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) DKI Tahun Anggaran 2011 menjadi APBD DKI 2011.

"UU mengatur 1 Desember APBD harus sudah disahkan DPRD," terangnya.
 
Tom mengaku bukan membela dalam hal ini Gubernur atau Pemprov. Yang ia khawatirkan, ada sesuatu di balik terbitnya Perda itu.

"Saya tidak bela eksekutif, saya berdiri di tengah. Perda pajak warteg itu bisa jadi bodong. Lalu Gubernur itu dipaksa menandatangani. Yang harus bela kepentingan rakyat itu bukan Gubernur tapi DPRD," tegasnya.

Ia ingatkan, peraturan daerah tidak hanya boleh diusulkan eksekutif tetapi juga DPRD dengan minimal pengusul yang sudah ditentukan.

"Cari dulu yang usulkan itu siapa, bisa kita telusuri itu nanti. Jujur saja, di belakang partai-partai di DPRD itu ada juga kekuatan para pengusaha makanan besar," bebernya.
 
Kembali ke persoalan Perda pajak warteg, menurut Tom, Gubernur memiliki hak untuk tidak menandatangani Perda itu.

"Kalau dari pengakuan Gubernur, ia belum dapat laporan soal Perda itu padahal sudah mau disahkan, berarti Perda itu kemungkinan besar batal dengan cara menolak untuk menandatangani," pungkasnya.[ald]

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Menelusuri Perjalanan Baru Vision dalam Serial VisionQuest

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:29

Usai Mandek, Harga Emas Antam Langsung Anjlok Hari Ini

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:22

Polisi Rilis 13 Korban Ledakan Pertokoan Pasar Cimanggis Tangsel

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:17

COP31 Jadi Momentum Prabowo Percepat Transisi Energi

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:08

PM Baru Maroko Temui Raja, Bahas Pembentukan Pemerintahan Baru

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:03

Pertamina Kerahkan Armada Tambahan dan Terminal 24 Jam untuk Normalisasi BBM di Bal

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:54

4,4 Juta Sertifikat Halal Terbit Jelang Batas Akhir, Didominasi UMKM

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:46

Pengamat Dorong Percepatan Jargas dan CNG untuk Tekan Impor LPG

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:42

Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Langsung Buka Suara

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:38

Badai PHK Melanda Netflix Saat Pertumbuhan Melambat

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:27

Selengkapnya