Berita

presiden sby/ist

RUU JOGJAKARTA

Apakah SBY Bersedia Janjinya yang Tak Ditepati Dibongkar Nasdem?

MINGGU, 05 DESEMBER 2010 | 13:44 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Keterangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Kamis lalu tentang polemik rancangan undang undang Keistimewaan Jogjakarta dinilai bukan sebagai klarifikasi.

"Itu bukan klarifikasi. Itu hanya pembelaan. Kalau klarifikasi itu artinya dia mengaku kebenarannya dan juga mengakui kebenaran orang," ujar Wakil Seketaris Jenderal PP Nasional Demokrat Melki Laka Lena Nasional Demokrat kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Minggu, 5/12).

Melki mengatakan itu karena setelah mengadakan klarifikasi Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto mengatakan bahwa dalam draft RUU Keistimewaan Jogjakarta Gubernur dan Wakil Gubernur DI Jogajakarta dipilih secara demokratis.


Selain itu, penjelasan SBY itu menambah keruh suasana. Karena, lanjut Melki, SBY juga mengulas soal Sri Sultan Hamengku Buwono yang sempat dua kali menyatakan ingin mundur pada tahun 2007 lalu. Seolah-olah, sambungnya, SBY ingin mengingatkan publik bahwa Sultan pernah mau mundur tapi tidak jadi.

"Kalau Presiden bermain dengan cara seperti itu, Presiden siap nggak sekarang, kalau semua kampanyenya mulai tahun 2004 itu dan semua pernyataan dia yang pagi A malam B, orang bongkar semua. Dia siap nggak?" katanya mempertanyakan.

Dia menegaskan, kalau janji-janji SBY dan pernyataan SBY dibongkar juga akan didapatkan banyak yang paradoks. Kalau ini juga dibongkar kan jadi persoalan lagi.

"Contoh inkonsisten SBY misalnya dalam kaitan tidak akan menaikkan harga BBM pada saat kampanye 2004 lalu. Itu pernyataan beliau. Tapi kemudian kan dinaikkan juga dengan alasan-alasan dan JK yang harus tampil menjelaskan kepada publik," katanya memberi contoh.

Karena itu, dia menyesalkan SBY yang mengungkit-ungkit kembali bahwa Sultan sempat pernah hendak mengundurkan diri tanpa melihat konteks kenapa Sultan mengatakan itu. "Mestinya jangan hanya menangkap pernyataannya, tapi juga menangkap konteks persoalannya," demikian Melki. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Iran Sodorkan 14 Syarat Damai yang Harus Dipenuhi AS

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:59

KPK Soroti Aset Mangkrak Rp27,5 Triliun di Sulsel

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:20

Ribuan Jemaah Haji Bertahap Bergerak dari Madinah ke Makkah

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:14

Ratas Hambalang, Prabowo Matangkan Agenda Pendidikan hingga Hilirisasi Nasional

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:51

Mahasiswa Didorong Kembali jadi Kekuatan Pengontrol Sosial

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:39

Update harga BBM Terbaru di SPBU Pertamina, BP, hingga Vivo

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:27

Perpres Ojol Bawa Angin Segar Bagi Pengemudi Online

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:20

Pemerataan Pendidikan Kunci Wujudkan Indonesia Emas 2045

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:14

Amien Rais Sebaiknya Segera Klarifikasi

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:46

Publik Nantikan Aksi Nyata Dudung Bereskan Masalah MBG

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:36

Selengkapnya