Berita

Ahmad Muzani/ist

Sikap SBY Dikesalkan, Respons Masyarakat Jogja Disayangkan

MINGGU, 05 DESEMBER 2010 | 11:58 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Isu Keistimewaan Jogja yang pertama kali disulut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dikesalkan. Pasalnya, Presiden mengutarakan hal itu pada saat sebagian rakyat Jogjakarta dan Jawa Tengah masih berduka setelah erupsi Merapi.

"Komentar Presiden tentang Jogja momentumnya tidak pas pada saat sebagian rakyat Jawa Tengah dan Jogja terkena musibah yang cukup berat tekanannya. Karena, menurut saya, ini sangat sensitif bagi rakyat Jogja dan elit Jogja. Jadi, menurut saya, tidak tepat," ujar Sekjen DPP Gerindra Ahmad Muzani kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Minggu, 5/12).

Sejalan dengan itu, dia juga menyesalkan respons sebagian masyarakat Jogja yang meminta agar digelar referendum untuk menentukan apakah gubernur dan wakil gubernur Jogja itu langsung ditetapkan atau dipilih secara demokratis.


"Reaksi masyarakat dengan adanya suara-suara referendum berlebihan. Komentar-komentar tentang referendum ini sangat tidak mendidik bagi kokohnya NKRI. Apalagi selama ini Jogja  menjadi basis kokohnya NKRI," sesal anggota Komisi I DPR ini.

Dia kuatir, bila referendum digelar di Jogja, nanti daerah-daerah lain juga akan meminta hal yang sama bila ada persoalan yang menyangkut daerahnya masing-masing. Menurutnya, perbedaan pendapat soal hubungan daerah dengan pusat itu biasa. Jadi tidak perlu disikapi berlebihan.

Bukankah yang pertama kali mengusulkan itu Sri Sultan Hamengkubowono sendiri pada September lalu? "Saya tidak tahu usul itu. Tapi menurut saya usul dan komentar referendum soal Jogja tidak pas," katanya lagi. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Iran Sodorkan 14 Syarat Damai yang Harus Dipenuhi AS

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:59

KPK Soroti Aset Mangkrak Rp27,5 Triliun di Sulsel

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:20

Ribuan Jemaah Haji Bertahap Bergerak dari Madinah ke Makkah

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:14

Ratas Hambalang, Prabowo Matangkan Agenda Pendidikan hingga Hilirisasi Nasional

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:51

Mahasiswa Didorong Kembali jadi Kekuatan Pengontrol Sosial

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:39

Update harga BBM Terbaru di SPBU Pertamina, BP, hingga Vivo

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:27

Perpres Ojol Bawa Angin Segar Bagi Pengemudi Online

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:20

Pemerataan Pendidikan Kunci Wujudkan Indonesia Emas 2045

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:14

Amien Rais Sebaiknya Segera Klarifikasi

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:46

Publik Nantikan Aksi Nyata Dudung Bereskan Masalah MBG

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:36

Selengkapnya