sri mulyani/ist
sri mulyani/ist
RMOL. Dewan Perwakilan Rakyat mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi segera merespons dan menindaklanjuti temuan Badan Pemeriksan Keuangan tentang pelanggaran prosedur pemanfaatan anggaran yang digunakan untuk renovasi rumah kediaman resmi Menteri Keuangan pada tahun 2009.
Pasalnya, anggaran sebesar Rp 1,32 miliar untuk membiayai renovasi rumah Menkeu, saat itu dijabat Sri Mulyani, diambil dari pos Dana Taktis Operasional Kementerian Keuangan. Proyek renovasi rumah ini pun tidak mengikuti persyaratan tentang tender.
Dalam temuan itu, BPK merinci, dari total dana itu, Rp 509,3 juta untuk membiayai pekerjaan interiror, Rp 257,54 juta untuk pengecatan dan instalasi serta belanja furnitur sebesar Rp 552,39 juta.
Populer
Sabtu, 25 April 2026 | 15:43
Sabtu, 25 April 2026 | 05:15
Sabtu, 25 April 2026 | 02:37
Kamis, 23 April 2026 | 12:34
Minggu, 26 April 2026 | 11:05
Kamis, 23 April 2026 | 01:30
Senin, 27 April 2026 | 03:59
UPDATE
Minggu, 03 Mei 2026 | 09:59
Minggu, 03 Mei 2026 | 09:20
Minggu, 03 Mei 2026 | 09:14
Minggu, 03 Mei 2026 | 08:51
Minggu, 03 Mei 2026 | 08:39
Minggu, 03 Mei 2026 | 08:27
Minggu, 03 Mei 2026 | 08:20
Minggu, 03 Mei 2026 | 08:14
Minggu, 03 Mei 2026 | 07:46
Minggu, 03 Mei 2026 | 07:36