Berita

Ramadhan Pohan: Tak Ada yang Perlu Dikuatirkan dari WikiLeaks

KAMIS, 02 DESEMBER 2010 | 12:26 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Bagi anggota Komisi I DPR Ramadhan Pohan tidak ada yang wah dari informasi yang dibeberkan situs WikiLeaks soal dokumen rahasia militer dan  Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat.

Menurutnya, saat dihubungi Rakyat Merdeka Online (Kamis, 2/12), apa yang diungkap Julian Assange, pendiri WikiLeaks, hal yang biasa terjadi di Amerika Serikat.

"Di Amerika informasi-informasi seperti itu hal yang biasa. Kalau informasi yang sifatnya teleks, baru itu ada konfidensialitasnya. Tapi kalau data yang begitu, saya kira biasa-biasa saja," ujarnya.


"Apalagi dunia yang sudah begitu terbuka sekarang ini. Diplomasi rahasia itu kan sudah pakai teleks, itu yang signifikan. Tapi kalau hanya laporan dimana saja bisa didapat. Kecuali ada pembicaraan telepon yang disadap lalu dibuka, itu baru dahsyat," tambah politisi Partai Demokrat ini.

Karena itu dia yakin, informasi rahasia yang diungkap pria asal Amerika Serikat itu tidak akan menggoyang pemerintahan Amerika Serikat. Sejalan dengan itu, dia juga menilai, tidak ada yang perlu diantipasi oleh pemerintah bila memang data-data rahasia Indonesia juga akan diungkap.

"Nggak ada yang perlu dikuatirkan," demikian mantan wartawan yang pernah bertugas di Gedung Putih ini. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Iran Sodorkan 14 Syarat Damai yang Harus Dipenuhi AS

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:59

KPK Soroti Aset Mangkrak Rp27,5 Triliun di Sulsel

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:20

Ribuan Jemaah Haji Bertahap Bergerak dari Madinah ke Makkah

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:14

Ratas Hambalang, Prabowo Matangkan Agenda Pendidikan hingga Hilirisasi Nasional

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:51

Mahasiswa Didorong Kembali jadi Kekuatan Pengontrol Sosial

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:39

Update harga BBM Terbaru di SPBU Pertamina, BP, hingga Vivo

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:27

Perpres Ojol Bawa Angin Segar Bagi Pengemudi Online

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:20

Pemerataan Pendidikan Kunci Wujudkan Indonesia Emas 2045

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:14

Amien Rais Sebaiknya Segera Klarifikasi

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:46

Publik Nantikan Aksi Nyata Dudung Bereskan Masalah MBG

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:36

Selengkapnya